RS Ketileng Terima Dana Renovasi Rp1 M

MANAJEMEN RS Ketileng, Kota Semarang mendapatkan dana Rp1 miliar untuk merenovasi kembali bangunan yang terbakar beberapa waktu lalu.

Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah Kota Semarang, Akhmat Zaenuri beberapa waktu lalu. Menurutnya, anggaran senilai Rp1 miliar itu berasal dari anggaran Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp500 juta dan dari asuransi kesehatan (Askes) juga sebesar Rp500 juta.

Lanjut Zaenuri, dana BLU itu akan digunakan untuk perbaikan atap ruangan RS Ketileng yang terbakar dari Askes untuk penyekatan ruangan. “Sedangkan dana untuk pengantian peralatan yang rusak berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Provinsi belum cair,” ujarnya, tadi.

Zaenuri mengatakan, penggunaan dana BLU sudah disetujui oleh Gubernur Jateng, Bibit Waluyo, dan bisa langsung digunakan untuk pengerjaan tanpa harus dilakukan lelang.

Sementara itu, berkaitan nilai kerugian kebakaran, Pemkot Semarang meralat besaran kerugian akibat kebakaran tersebut. “Kerugian yang semula dikatakan mencapai Rp2,9 miliar ternyata hanya sekitar Rp1,5 miliar. Ralat disampaikan oleh Direktur RSUD, Jhoni Abimanyu,” ujarnya.

Zaenuri mengatakan, ralat nilai kerugian tersebut dikarenakan setelah dilakukan pemeriksaan melewati garis polisi (police line) hasilnya menyebutkan bahwa alat kesehatan yang menyumbangkan nilai kerugian terbesar, ternyata tidak rusak melainkan hanya kotor.

“Kalau penghitungan pertama, kerugian alat kesehatan mencapai Rp1,4 miliar. Dan ternyata setelah dicek peralatannya ada yang tidak rusak dan masih bisa digunakan,” ujarnya

Sebelumnya diberitakan, RS Ketileng Kota Semarang itu terbakar pada Minggu (4/9). Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang diduga diakibatkan korsleting listrik tersebut.

Kebakaran kali pertama diketahui salah satu petugas satpam rumah sakit, Danang (28) sekitar pukul 15.15. Ia melihat asap mengepul dari ruang pendaftaran rawat jalan yang terletak di bagian depan bangunan. Saat itu ruangan sedang sepi karena pelayanan poli umum tutup pada hari Minggu.

Ruang pendaftaran rawat jalan yang terdiri dari banyak kayu dan kertas-kertas mudha terbakar. Akibatnya api cepat bergolak dan merembet ke lantai dua Ruang Rekam Medik.

Kemudian dengan cepat merembet ke atap ruang Poli Gigi, Poli Hemodialisa dan Administrasi. Atap Poli Gigi bahkan ambruk karena rangka kayunya terbakar. Ruangan di bawahnya pun hancur berantakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.