Sebelas Hal yang Harus Diketahui Peserta SNMPTN 2015

Pengetahuan jadi hal penting bagi peserta SNMPTN 2015. Dengan pengetahuan yang cukup, ia diharapkan bisa mengikuti proses dengan baik.

Pengetahuan terhadap SNMPTN terdiri dari hal yang konseptual hingga yang teknis. Dua hal itu sama-sama penting agar pendaftaran berjalan lancar.

Ada 11 hal mendasar yang harus diketahui peserta SNMPTN 2015. Beriku ke-11 hal tersebut.

1.    Nilai Rapor Jadi Penentu Utama

Sejak 2014, SNMPTN tidak menggunakan seleksi tertulis. Penilaian terhadap calon mahasiswa dilakukan dengan nilai rapor dan nilai ujian nasional. Nilai rapor yang digunakan adalah nilai sejak semester 1 sampai semester 5.

Penilaian ini lebih fair. Sebab, panitia melakukan penilaian secara komprehensif selama mereka belajar. Itu berarti, siswa harus menjaga konsistensi prestasi akademiknya sejak masuk SMA.

2.    Piagam Penghargaan Dinilai

Jika kamu memiliki prestasi di bidang seni atau olahraga, kamu perlu unggah sertifikat saat mendaftar SNMPTN 2015. Panitia akan menghitung bobot prestasi nonakademik tersebut dalam proses seleksi.

Namun, tidak semua piagam diakui. Piagam atau sertifikat prestasi yang diakui adalah yang sesuai jurusan studimu. Kalau juara makan kerupuk, saat 17-an di kampung, itu jelas tidak terakui. Piagam penghargaan yang diakui, terendah adalah tingkat kabupaten.

3.    Pastikan Nilaimu Terinput di PDSS

SNMPTN 2015 hanya berhak diikuti oleh siswa yang memiliki NISN dan nilainya terinput di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Ini syarat mutlak. Kalau nilaimu tidak terbaca di PDSS, otomatis kamu tidak dapat mendaftar.

Nah, kamu perlu proaktif mencari informasi kepada sekolah tentang perkembangan SNMPTN 2015. Kamu bisa tanya kepada wali kelas, guru BK, atau langsung kepada kepala sekolah.

4.    Setelah Terinput, Kamu Harus Validadi PDSS

Selanjutnya, kamu harus pastikan kalau nilai yang terinput adalah benar. Untuk memastikan itu, kamu harus melihat dan kemudian memvalidasinya. Kalau kamu tidak melakukan validasi, sistem secara otomatis akan akan memvalidasi nilaimu. Jadi, kalau ada kekeliru tidak bisa diperbaiki lagi.

Agar bisa memvalidasi nilai, sekolah akan memberi kamu semacam pasword untuk mengakses PDSS. Jangan lupa diteliti. Kalau ada yang keliru, sampaikan kepada kepala sekolah.

5.    Tidak Ada Biaya Apa pun

Seluruh proses SNMPTN, sejak pengisian PDSS sampai pengumuman hasil, seluruhnya gratis. Kalaupun ada biaya, palin-paling ongkos untuk kamu mendaftar di warnet.

6.    Kampus Tak Mau Jadi Pilihan Kedua?

Saat melakukan seleksi, kampus akan memprioritaskan siswa yang sungguh-sungguh ingin kuliah di kampusnya. Artinya, kampus akan memprioritaskan siswa yang menjadikan kampusnya sebagai pilihan pertama.

Oleh karena itu, kamu harus pastikan menjadikan kampus idamanmu ada pada pilihan pertama.

7.    Beda Kampus, Beda Tingkat Persaingan

Meskipun dilaksanakan secara nasional, persaingan untuk masuk PTN berbeda antara kampus satu dengan kampus lainnya. Idealnya sih, kamu masuk di kampus yang kamu idam-idamkan. Tapi, kamu juga perlu melakukan analisis ketetan persaingan. Biasanya kampus punya data ketetan persaingan SNMPTN tahun lalu yang bisa kamu jadikan referensi.

8.    Beda Jurusan, Beda Tingkat Persaingan

Dalam satu kampus, keketatan persaingan antar jurusan juga berbeda. Universitas tertentu biasanya punya jurusan unggulan yang peminatnya membludak. Di satu universitas, biasanya juga ada jurusan yang justru sepi peminat.

Di Undip, misalnya, persaingan masuk Fakultas Kedokteran lebih ketat dibandingkan Fakultas Peternakan. Di Unnes, contoh lain, jurusan paling ketat persaingannya adalah Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

9.    Bisa Kuliah Gratis, Tanpa Biaya Sepeser pun

Yang menarik, kalau orang tuamu kurang mampu membiayai kuliah, kini tersedia beasiswa Bidikmisi. Dengan beasiswa ini, kamu bisa kuliah tanpa biaya sepeser pun. Bahkan, kamu akan dapat biaya hidup sebesar Rp600 ribu per bulan.

Pengajuan Bidikmisi tidak mempengaruhi peluang lulus SNMPTN. Artinya, kelulusan SNMPTN murni ditentukan oleh nilai. Adapun seleksi Bidikmisi, murni dilakukan berdasarkan kemampuan eknomi orang tua.

10.    Waspada Jika Ada Penipu

Hati-hati, meskipun SNMPTN dilakukan secara online, masih saja ada orang yang nekat mengaku bisa membantu. Kalau ada orang yang mengaku begitu, itu pasti penipu. Karena itu, jangan lekas percaya. Laporkan saja kepada polisi atau panitia SNMPTN setempat.

11.    Tidak Lulus, Masih Ada SBMPTN

Kalau akhirnya kamu tidak lulus SNMPTN, itu bukan berarti harapanmu untuk kuliah di perguruan tinggi negeri pupus. Kamu bisa mencoba lagi memalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Bedanya, dalam SBMPTN, kamu harus membayar sejumlah uang saat mendaftar. Kamu juga perlu melakukan tes tertulis.

Mudah-mudahan, 11 informasi di atas membantumu mempersiapkan diri kuliah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.