Pengembangan Soft Skill Siswa Melalui Ekstrakulikuler Pramuka

Kini kemampuan yang harus dikuasai siswa semakin banyak. Bukan hanya kemampun akademik yang baik namun siswa juga dituntut untuk mampu menguasai keterampilan soft skill yang baik. Pelatihan soft skill pada siswa dapat dilakukan melalui ekstrakulikuler pramuka.

Ekstrakulikuler merupakan kegiatan yang dilakukan oleh siswa diluar jam belajar standar sebagai perluasan dari kegiatan kurikulum yang dilakukan dibawah bimbingan sekolah dengan tujuan untuk mengambangkan minat, bakat, kepribadian, serta kemampuan soft skill siswa yang lebih luas diluar dari yang dikembangkan oleh kurikulum. Kegiatan ekstrakulikuler memiliki fungsi antara lain sebagai pengembangan individu, pengembangan kemampuan sosial, rekreatif , dan persiapan karir.

Ekstrakulikuler pramuka merupakan ekstrakulikuler yang sekarang ini diwajibkan bagi siswa tingkat dasar (SD/sederajat) hingga tingkat menengah (SMP/sederajat, SMA/sederajat, SMK/sederajat). Dasar hukum bagi wajib diselenggarakannya ekstrakulirkuler pramuka bagi siswa tingkat dasar dan menengah antara lain telah tercantum pada UU Nomor 12 tahun 2010, PP Nomor 19 tahun 2005, dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan.

Ektrakulikuler pramuka dapat dilakukan di dalam maupun di luar kelas. Pola kegiatan pendidikan kepramukaan antara lain upacara pembukaan dan penutupan serta keterampilan kepramukaan yang meliputi : simpul dan ikatan; mendaki gunung; peta dan kompas; berkemah; wirausaha; belanegara; serta teknologi dan komunikasi. Pola-pola ini dapat disesuaikan sesuai dengan sekolah masing-masing.

Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam ekstrakulikuler pramuka antara lain : berbaris, memimpin, berdoa, janji, memberi hormat, pengarahan, refleksi, dinamika kelompok, permainan, menghargai teman, berkomunikasi, menolong, berempati, bersikap adil, cakap berbicara, cakap motorik, sportivitas, jelajah, membangun tenda, dan lain sebagainya.

Selain itu penerapan pendidikan dalan ektrakulikuler pramuka mencakup : 1) Pengenalan dan pengalaman kode kehormatan Pramuka; 2) Belajar sambil melakukan; 3) Sistem kelompok; 4) Kegiatan di alam terbuka; 5) Kemitraan dengan anggota dewasa; 6) Sistem tanda kecakapan; 7) Sistem satuan terpisah putra dan putri; dan 8) Kiasan Dasar.

Aspek-aspek yang terkandung dalam ekstrakulikuler kepramukaan secara tidak langsung akan melatih soft skill siswa. Soft skill secara erat berkaitan dengan keterampilan sosial. Soft skill yang akan sangan berguna antara lain kerjasama tim, kegigihan, kreativitas, decicion making, sportivitas, kemampuan berpikir kritis, bertanggung jawab, kepercayaan diri serta kepemimpinan.

Kegiatan yang dilakukan dalam ekstrakulikuler pramuka secara tidak langsung akan mengembangkan kemampuan soft skill siswa. Ketika kegiatan pramuka dilaksanakan rutin dan dilakukan dengan positif siswa diyakini dapat mengembangkan soft skill siswa dengan baik.

Soft skill dapat digunakan dalam dunia kerja. Dewasa ini perusahaan mulai meragukan kualitas lembaga pendidikan sehingga kurang yakin dengan prestasi akademik yang tercantum di ajazah. Soft skill juga digunakan untuk memfasilitasi perkembangan diri. Selain itu keberadaan soft skill juga mutlak dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Soft skill dapat digunakan untuk bersosialisasi dalam masyarakat dan juga bersosialisasi dalam dunia kerja. Sehingga ekstrakulikuler pramuka dapat meningkatkan kemapuan soft skill siswa.

Palupi Kusuma Ningrum, mahasiswa Universitas Negeri Semarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.