Pemkot Serius Garap Ekowisata Mangrove

PEMERINTAH Kota Semarang serius menggarap kawasan mangrove yang berada di daerah Tugurejo sebagai ekowisata dan tempat belajar untuk anak-anak.

Kepala Badan Perencanaaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang Bambang Haryono di Semarang, Rabu, mengatakan Pemkot Semarang akan mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat berupa bantuan teknis seperti peningkatan kapasitas sumber daya manusia seperti pendidikan dan pelatihan serta konsep untuk pengembangan ekowisata mangrove.

“Detailnya nanti apakah SDM kita yang ke Jakarta atau tenaga ahli dari Pemerintah Pusat yang akan ke Semarang akan ditentukan lagi,” katanya.

Bambang mengatakan kawasan mangrove yang ada di Tugurejo memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata sekaligus potensi pengolahan pangan buah mangrove dijadikan makanan juga minuman.

Kawasan mangrove yang berada di Tugurejo dengan luasan sekitar 10 hektare tersebut merupakan lahan konservasi untuk rehabilitasi lingkungan.

“Saat ini kawasan tersebut tinggal penataan untuk mengarah sebagai kawasan ekowisata lebih maksimal,” katanya.

Tujuan dari pengembangan kawasan mangrove sebagai kawasan ekoswisata adalah adanya peningkatan kesejahteraan di tingkat masyarakat sekitar kawasan mangrove.

“Kita mendapat tugas untuk membentuk tim untuk menjalankan konsep pengembangan kawasan mangrove,” katanya.

Terkait dengan lahan pelindung pantai termasuk kawasan mangrove, Bambang mengaku saat ini banyak dikuasai oleh pihak ketiga dan pihaknya tahun ini telah menganggarkannya dalam APBD Kota Semarang 2012 untuk pembebasan lahan.

“Tahun ini dianggarkan Rp1 miliar untuk pembebasan lahan yang ada di kawasan Tugurejo. Untuk pembebasan seluruh lahan pelindung pantai sifatnya bertahap,” katanya. (ANT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.