Kuliah Kerja Lapangan di SCTV

Belum lama ini, mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2012 telah melakukan Kuliah kerja lapangan (KKL) di Jakarta-Bandung. Di Jakarta mereka mengunjungi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Labschool Jakarta, kantor media massa seperti MNC TV, SCTV, TVRI, Detik.com, dan Kompas Gramedia. Tak lupa rombongan menuju ke Trans Studio Bandung yang ada di Bandung. Kunjungan dilakukan dalam waktu empat hari yaitu dari tanggal 16-19 September 2014.

Saya yang termasuk dalam rombongan KKL berkesempatan mengunjungi Labschool Jakarta dan SCTV. Kunjungan kami ke SCTV dilakukan setelah kami berkunjung ke Labschool Jakarta. Kami tiba di SCTV Tower Senayan City pukul 12.30. Padahal di susunan acara kami dijadwalkan tiba di SCTV pukul 14.00. Kami menunggu 1,5 jam di sana karena dari pihak SCTV mematuhi jadwal berkunjung kami.

Setelah menunggu selama 1,5 jam akhirnya saya beserta rombongan dapat melakukan kegiatan di SCTV Tower. Dari tempat saya dan rombongan melakukan kegiatan, kami dapat melihat gedung DPR MPR. Dari situ saya menyadari bahwa kami benar-benar berada di senayan.

Kami mendapat materi tentang jurnalistik media penyiaran dari Raymon Kaya. Beliau menjelaskan bahwa bahasa dalam jurnalistik mengandung kuasa. Bahasa dalam jurnalistik mengandung kuasa disebabkan karena kepercayaan pemirsa terhadap semua berita yang disajikan. Dalam satu peristiwa kata- kata yang dibuat oleh wartawan dapat bermacam-macam hasilnya sehingga untuk belajar berbahasa lebih baik jika juga menggunakan hati Anda.

Selain itu, Raymon Kaya memberikan materi tentang berita. Beliau memaparkan bahwa berita itu harus penting, menarik dan aktual. Beliau memberi contoh seperti sajian berita pada Liputan 6, aktual, tajam, dan terpercaya. Di samping itu, Raymon menjelaskan rumus membuat berita.

Rumus berita yang dikenalkan adalah 5W+1H+1S. Saya dan beberapa teman saya sempat bingung mendengar tambahan 1S yang ada dalam rumus berita tersebut. Setelah dikonfirmasi ternyata 1S itu adalah so what. 1S tersebut dimasukkan karena dalam pembuatan berita wartawan memiliki sudut pandang yang berbeda melihat fenomena yang terjadi. Menurut Raymon berita juga haruslah memiliki 5C, yaitu compelling (menarik), clear (1 gagasan), concise (bersifat pernyataan), cliche free, dan convensional (audio/visual.

Raymon juga memberikan pernyataan bahwa dunia media harus membuat tayangan yang mengundang orang banyak untuk menontonnya. Beliau juga memberikan informasi tentang SCTV yang lebih banyak menyuguhkan hiburan karena SCTV bukanlah TVRI yang siarannya harus menumbuhkan wawasan kebangsaan.

Materi terakhir yang disampaikan Raymon adalah di luar negeri media dipandang sebagai sebuah lahan industri. Di Indonesia juga sekarang memandang media sebagai lahan industri sehingga media dalam dunia demokratis adala pemiliknya.

Setelah materi terakhir disampaikan,saya beserta rombongan diajak untuk melihat studio editing, liputan 6, dan master control. Di ruang master control kami tahu kegunaan ruangan ini. Ruangan ini digunakan untuk mengontrol on air dan off air, selain itu sistem kerja di ruang ini 24 jam secara shift. Pada pukul 16.00 saya beserta rombongan harus meninggalkan SCTV untuk melanjutkan perjalanan menuju Institut Kesenian Jakart (IKJ).  Siti Metylasmita (2101412174)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.