Jurnalisme Online Tak Sesederhana “Jurnalisme Online”

jurnalisme online

Migrasi besar-besaran pembaca, dari cetak ke daring, membuat media daring dipandang sebagai masa depan. Beberapa perusahaan media telah meletakkan fondasi yang kokoh di bidang ini. Tapi beberapa perusahaan lain justru terlambat.

Perubahan dari media cetak ke daring bukan hanya perubahan sarana. Perubahan sarana juga diikuti dengna perubahan cara kerja. Perubahan cara kerja diikuti perubahan etika. Pola bisnis juga berubah.

Engelbertus Endratama memaparkan perubahan-perubahan itu dalam buku Jurnalisme Online. Dengan niat menjadikan buku ini sebagai petunjuk praktis, ia bahkan memberikan contoh-contoh yang sangat mendasar.

Sayangnya, dari sembilan bab yang termaktub dalam buku ini, hanya tiga yang betul-betul mempersoalkan jurnalisme daring. Enam lainnya ia gunakan untuk “mengenang” kembali konsep-konsep dasar jurnalisme.

Bahkan tiga bab yang betul-betul fokus ke media online itu pun juga digunakan untuk menguliti persoalan mendasar. Misalnya, dia membahas pemanfaatan Facebook sebagai sumber berita. Berikutnya, dia memaparkan kemungkinan-kemungkinan model bisnis dalam media online.

Karena berisi gambaran umum yang mendasar, buku ini lebih layak dibaca oleh orang yang betul-betul baru mengenal jurnalisme online. Banyak kerumitan-kerumitan mengelola media online yang tak dibahas oleh penulis.

Mengingat ada begitu banyak media online yang gagal dan berhasil, dan sepak terjang penulis dalam studi jurnalisme, paparan penulis dalam buku terlalu sederhana.

Rahmat Petuguran
Pemimpin Redaksi PORTALSEMARANG.COM

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *