Implementasi Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda dalam kongres pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 merupakan akar sejarah nasional yang harus dilestarikan dan diteladani. Mengingat pemuda adalah generasi yang akan meneruskan kejayaan negeri ini. Pemuda yang nantinya membawa Indonesia menuju masa keemasan.

Merujuk pada Undang-undang Nomor 40 Tahun 2009, pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16-30 tahun. Batasan usia ini dapat disebut sebagai median antara batasan usia pemuda menurut UNESCO menetapkan usia pemuda 15-24 tahun dan menurut The African Youth Charter menetapkn usia pemuda 15-35. Menurut Badan Pusat Statistik pada tahun 2014, dari 252,4 juta penduduk Indonesia, jumlah pemuda mencapai 24,53% atau sekitar 61,84 juta dari total penduduk.

Indonesia kaya dengan sumber daya alam juga kaya akan sumber daya manusianya. Pemuda menjadi generasi tengah diantara usia anak-anak dan usia lanjut. Secaranya nyata, usia pemuda adalah usia emas dalam kehidupan manusia. Sehingga gerakan pemuda diperlukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Melihat kembali masa menuju kemerdekaan negeri ini,  pemuda-pemuda menggelolarakan semangatnya untuk Indonesia merdeka. Hingga mempertahankan kemerdekaan agar tetap untuk NKRI pemuda turut berpartisipasi. Sampai munculnya gerakan pemuda yang mempersatukan suara rakyat hingga lahir reformasi.

Pemuda berperan dalam mewujudkan tujuan pembangunn nasional, sehingga  harus memiliki jiwa berakhlak mulia, cerdas, sehat, tangguh, mandiri dan profesional. Tidak  menjadi generasi yang berpangku tangan sambil melamun tentang kejayaan nenek moyang pada masa silam, sehingga menjadikan diri hanya bermalas-malasan dalam keterbelakangan.

Pemuda harus mampu membaca permasalahan yang ada di masyarakat sekitar dan memberikan solusi serta ikut mengulurkan tangan dalam mengentaskan masalah yang terjadi dalam masyarakat. Harus terus beramal, melakukan aktivitas sosial kemasyarakatan yang berupa karya inovaasi baru untuk menjawab segala tantangan dan memenuhi semua hajat dan keperluan bangsa pada masa sekarang ini.

Langkah-langkah positif pemuda sangat penting dalam roda kehidupan negeri ini.  Peran pemuda dapat diwujudkan dengan kemampuan individu baik di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, budaya maupun lainnya. Gerakan kecil dari pemuda yang dilakukan individu maupun kelompok setidaknya akan mengubah kondisi masyarakat lebih baik dan memicu motivasi terhadap pemuda lain agar turut bergerak mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif.

Peran pemuda dapat dimulai dari hal yang kecil yang bermanfaat untuk masyarakat. Karena apa yang dilakukan pemuda melalui hal-hal yang positif di masyarakat akan menebarkan virus kebaikan, yang nantinya langkah-langkah kecil tersebut dapat menjadikan Indonesia menuju pada peradaban barunnya.

Agus Ja’far, mahasiswa Tunanetra Universitas Negeri Semarang, Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan Kabupaten Batang 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.