Hijab di Tangan Mulan

Hijab sudah jadi salah satu trend di Tanah Air, bukan saja penutup aurat. Muslimah Indonesia tertantang mengenakan jilbab yang lebih gaya. Tidak hanya dari warna dan polanya, tapi juga style-nya.  Melihat peluang tersebut, Tsummadana Wulan (22) merintis karir dengan mendesain hijab dan menjualnya melalui media online. Kini costumernya sudah sampai Brunei.

Di sebuah butik kecil bernama Miulan di samping rumahnya di Jl Kedung Batu Selatan No.88 Semarang atau tepat di belakang Klenteng Sam Po Kong, Wulan dan tujuh karyawan mengemas puluhan hijab dan busana muslim yang siap dikirim ke penjuru tanah air, bahkan luar negeri.

“Mau dikirim ke luar Jawa. Pelanggan juga ada dari Singapura, Brunei Darussalam dan yang paling sering Hongkong,” kata Wulan.

Dengan menjual hijab dan baju muslim, saat ini Wulan sudah bisa mewujudkan keinginannya untuk Umroh, jalan-jalan ke luar negeri dan membeli barang yang diinginkannya. Ia pun menceritakan kisah suksesnya saat ditemui detikFinance, Sabtu (17/11/2012).

Awalnya, ia hanya mahasiswi biasa di Fakultas Teknik Informatika Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang hingga akhirnya dosen memberikan tugas kewirausahaan yaitu membuat usaha tanpa modal. Gadis cantik ini pun memutar otak dan mengawalinya dengan menjual pakaian pantas pakai miliknya.

“Dari penjualan itu akhirnya dapat modal dan membuat pernak pernik asesoris buatan sendiri misalnya gelang, kalung, cincin, dan lainnya,” tandasnya.

Untuk menyokong usahanya, Wulan juga menjadi anggota salah satu Multi Level Marketing (MLM) hingga akhirnya dia bisa membangun toko. Tapi tidak seperti yang diharapkan, tokonya tidak dipenuhi pengunjung bahkan tergolong sepi. Lagi-lagi Wulan harus memutar otak agar usahanya sukses.

“Lalu dibantu ibu, saya mendesain hijab dari referensi internet dan dijual via online. Dari situ ternyata banyak peminatnya, maka terlahirlah Miulan bulan November 2011 lalu,” ujar Wulan bangga.

“Sebulan setidaknya membuat empat desain baru,” imbuhnya.

Lama-kelamaan, usahanya semakin berkembang, Wulan pun bisa memperkejakan tujuh karyawan. Bahkan ibu-ibu di sekitar tempat tinggalnya juga ikut kebagian rejeki dengan membantu memotong dan menjahit kain yang akan dijadikan hijab.

“Ibu-ibu di sini ikut membantu, sedangkan karyawan di butik tinggal melakukan finishing dan packing. Ya istilahnya bagi-bagi rezekilah,” pungkas Wulan.

Selain dijual per buah, hijab buatan Wulan juga dijual dengan sistem Distributor dengan minimal pembelian 100 buah, Agen dan Reseller dengan minimal pembelian 20 buah yang akan mendapatkan diskon khusus.

“Ada diskon 40 persen dan 20 persen. Harga hijabnya antara Rp 30-95 ribu,” katanya.

Yang menjadi ciri khas hijab dari Wulan hingga banyak diminati adalah karena bahannya yang terbuat dari kain kaos, serta desain minimalis dengan asesoris bunga berwarna soft yang terkadang saling bertabrakan namun tetap menjadi kombinasi yang baik.

“Karena desain saya, jadi saya beri nama sesuka hati misalnya Cottonia Flowering Shawl (CfO), Classy Shawl (CS), dan Hoodie Vest Two Face . Tapi saat ini desain juga mengikuti permintaan pasar,” tutur dara kelahiran 23 Desember 1990 tersebut.

Dari usahanya yang baru berdiri setahun itu, Wulan saat ini memiliki pendapatan bersih hingga jutaan rupiah perbulan, omsetnya pun hingga seratus juta rupiah. Selain itu dengan memanfaatkan twitter, ia berhasil membuat produknya dipakai oleh beberapa artis untuk dipakai dalam pengambilan gambar film. “Misalnya Julia Peres, Lyra Virna, Lia Ananta, Asti Ananta, Sheza Idris dan masih banyak lagi”.

Sementara itu menurut Wulan, lebih efektif untuk menjual produknya lewat jejaring sosial karena pasar anak muda sekarang lebih condong menggunakannya. Dengan menggunakan jejaring sosial Facebook, Wulan memperoleh pelanggan berlimpah bahkan tak ayal ada orang yang meniru desain bahkan namanya.

“Itu tidak masalah, yang penting kita saat menjual saling percaya saja. Menggunakan panggilan akrab seperti ‘sist dan cint’ ternyata efektif membuat pelanggan merasa nyaman untuk berbelaja,” kata Wulan sambil tersenyum.

Salah satu pelanggan Miulan, Dwi Putri Normasari mengaku senang dengan desain hijab yang dihasilkan Wulan, ia pun selalu menyempatkan diri membeli hijab saat melewati butik Miulan.

“Desainnya lucu, harganya juga terjangkau. Saya selalu mampir dulu kalau lewat sini,” katanya.

1 Comment

  1. Jerome

    September 22, 2014 at 11:41 pm

    I read a lot of interesting posts here. Probably you spend a lot of time writing,
    i know how to save you a lot of time, there is an online tool that
    creates unique, google friendly articles in seconds, just type in google – laranitas free content source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.