Febilia Dhita Serfanda, Kesadaran Baru Penyuka Travelling

Febilia Dhita Serfanda adalah nama yang diberikan pasangan Sarwo Edi Mukti Wibowo dan Rina. Febi, begitu ia biasa disapa, dilahirkan 23 Februari 1994 di Desa Kadipaten, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.

Febi lahir dari kedua orang tua yang tidak memiliki pendidikan tinggi, namun cita- cita orang tuanya yang ingin menyekolahkan anaknya setinggi-tingginya. Itu membuat Febi berjuang maksimal untuk lulus kuliah segera pada Juni 2015.

Febi adalah sososk yang menyukai travelling, dan menyanyi walau dia beranggapan suaranya tak bagus sama sekali. Tetapi menghibur diri dengan menyanyi membuat pikiran tetap segar dan dapat berkarya untuk orang lain.

Ia pernah diberi amanah sebagai Wakil Ketua OSIS pada masa SMP, dan kegiatan Pramuka. Ketika SMA, dia menjadi bendahara OSIS. Sampai di bangku perkuliahan, ia tetap aktif mengikuti kegiatan organisasi yaitu Hima MIA Unnes, UKM-P Unnes, dan kegiatan ekstrakampus Sobat Bumi Indonesia.

Kesukaannya travelling seakan-akan bertemu peruntungan ketika Febi mendapat beasiswa Sobat Bumi Indonesia dari Pertamina Foundation. Penerima beasiswa tersebut dituntut aktif dalam komunitas Sobat Bumi Indonesia yang kegiatannya harus berkeliling. Bersamaan dengan menunaikan tugas di komunitas seperti rapat atau berkoordinasi dengan koordinator komunitas regional lain, dan itu artinya harus bepergian, itulah saat Febi menyalurkan hobinya: travelling.

“Dari beasiswa itu saya punya teman yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Semua nikmat ini adalah dari Allah swt,” ucapnya sambil menyunggingkan senyuman.

Secara akademik, Febi barangkali tidak terlalu menonjol. Sedari SD hingga SMA, dia tak pernah menjuarai apa pun. “Kecuali lomba tujuhbelasan, saya juara makan kerupuk,” ujarnya sembari tertawa kecil.

Prestasi Itu Penting

Baru ketika masuk Jurusan Pendidikan Kimia Unnes, Febi sadar bahwa prestasi itu penting. Karena itu, dia berupaya mengukir prestasi untuk dirinya. Keterlibatannya pada UKM-P yang berkiprah di bidang penelitian memotivasi dirinya untuk mengikuti lomba karya ilmiah.

Karya perdananya dia ikutkan pada Indonesia Paper Competition Tingkat Nasional pada 2013. Judulnya “Meningkatkan Eco-Efficiency Limbah Padat Tahu Berbasis Teknologi Sinar UV Ramah Lingkungan sebagai Tepung Bergizi Tinggi”. Meski tidak menang, terpilih sebagai Finalis Tingkat Nasional telah membuat Febi bangga.

Patah semangat? Tidak. Febi yakin betul pada ungkapan “kegagalan hanya kesuksesan yang tertunda”. Benarlah, karya keduanya yang berjudul “Identifikasi Air B-Volta Ramah Lingkungan sebagai Pembangkit Energi Listrik Studi Kasus di Desa Kali Ulo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang” yang dia kirim ke Dinas Pendidikan Jawa Tengah menjadi menjadi juara 1. Prestasinya berlanjut dengan menjadi Juara 1 Lomba Putri Kartini, Juara 3 Lomba Karaoke, Mahasiswa Berprestasi Kimia, Mahasiswa Berprestasi FMIPA, dan Finalis Duta Bahasa Jawa Tengah.

Banyak impian yang ingin Febi raih setelah selesai S-1. Salah satunya melanjutkan studi pascasarjana di Monash University Singapura agar kelak bisa menjadi pendidik kimia profesional di Unnes.

“Semua butuh perjuangan yang tidak mudah. Kita harus bersemangat dan rajin serta selalu berdoa, karena perjuangan tidak ada artinya tanpa doa,” ungkapnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.