Enam Hal yang Membuat Travelingmu Lebih Berarti dari Sekadar Selfie

Menghabiskann energi untuk berselfie saat traveling, saya kira bukan pilihan yang bijak. Dokumentasi foto, mungkin penting. Foto bisa jadi bukti otentik yang bisa dipamerkan ke orang lain, kalau kamu baru aja traveling.

Tapi, foto hanya bisa mengungkap hal-hal visual. Padahal, kota adalah sebuah cerita, semacam drama besar. Sebagaimana drama, kota menyajikan ketegangan, tokoh, gagasan, dan tak kalah penting: hikmah.

Jika kamu menghabiskan waktu untuk memotret , kamu mungkin akan memiliki stok foto yang lengkap. Kamu bisa mengunggahnya di medsos hingga kapasitasnya habis. Tapi kalau selfie saja yang kamu lakukan, mungkin kamu akan kehilangan kesempatan masuk dalam drama besar bernama kota.

Lalu apa yang bisa kita lakukan agar kunjungan kita ke sebuah kota lebih bermakna? Saya menyarikan enam hal, yang dengan agak berlebihan saya sebut “seni menikmati kota”.

Pertama, Bicaralah dengan Komunitas Lokal

Setiap orang memiliki keunikan. Ada nilai, tradisi, dan keyakinan yang berbeda-beda. Berbicara dengan komunitas lokal di kota yang kamu kunjungi, membuat kamu belajar bahwa keragaman itu indah. Sangat indah.

Tahan diri untuk melakukan justifikasi bahwa itu baik dan itu buruk. Cukup nikmati, pelajari pesan terdalamnya.

Kedua, Pelajari Bahasa Setempat

Meskipun satu dua kata, atau satu dua kalimat, asyik juga mempelajari bahasa daerah yang kamu kunjungi. Ada adagium lama: bahasa menunjukkan bangsa. Melalui bahasa, kamu bisa pelajari karakter fonologis, karakter tutur, bahkan sistem berpikir seseorang/kelompok.

Ketiga, Bercengkrama dengan Kawan Lama

Kalau ada kawan lama yang tinggal di daerah yang kamu kunjungi, hubungilah dia. Katakan kalau kamu pengin main dan kangen-kangenan. Jika temanmu baik hati, dia akan merekoemndasikan tempat keren yang mungkin belum ada dalam daftarmu.

Meskipun kota bicara lewat telefon setiap saat, bertemu kawan lama adalah petualagan tersendiri. Memeluknya, melihat perubahanannya, juga keluarga barunya, adalah keindahan yang sangat berharga.

Keempat, Mencicipi Makanan Kaki Lima

Jangan sekali-kali makan di restoran cepat saji. Mereka memiliki standar yang membuat makanan di sana sama dengan retsoran cepat saji di daerahmu. Not cool, man.

Carilah makanan kaki lima. Berbaurlah dengan orang-orang di sana.

Kelima, Bersepeda (Motor)

Dengan mobil, kamu mungkin ngerasa nyaman. Tapi kunjunganmu akan berantakan seberentakan-berantakannya kalau kamu terjebak macet berjam-jam!

Jika city tour memungkinkan dengan sepeda, lakukan dengan sepeda. Tapi kalau wilayah jelajahnya cukup jauh, gunakan sepeda motor.

Keenam, Tetap Jadi Diri Sendiri

Ada remaja yang berfoto dengan latar belakang sungai yang jernih. Dia memasang eskpresi kagum seperti baru sembuh dari operasi kebutaan. Padahal, dia sendiri lahir dan besar di pegunungan.

Ada pula yang kagum dengan akar beringin yang menjuntai indah. Dia segera meminta kawannya memotret dirinya berfoto dengan latar belakang pohon itu. Padahal, rumahnya di kampung sana, persis di tepi kuburan yang tumbuh beringin berkali-kali lipat besarnya.

Lakukan Bersama Pasangan

Perjalanan dengan sahabat karib adalah perjalanan yang indah. Tapi perjalanan terindah tetaplah perjalanan dengan pasangan (yang sah). Maaf, Mblo. (sumber gambar: bali-intercontinental.com)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.