Connect with us

Ekstrakurikuler Jurnalistik di sekolah dinilai semakin penting dan relevan untuk menjawab persoalan masyarakat informasi seperti saat ini.

Sebab, ekstrakurikuler tersebut dinilai dapat memberikan bekal pengetahuan kritis dan keterampilan teknis yang bisa membuat siswa terhindar dari hoaks, ujaran kebencian, dan bahkan gelembung kebenaran.

Menurut dosen Jurnalistik Universitas Negeri Semarang Rahmat Petuguran, ekstrakurikuler jurnalistik juga relevan dengan kecakapan abad 21 yang diidamkan dimiliki siswa, meliputi critical thinking, creativity, collaboration, dan communication.

“Ekskul jurnalistik bisa digunakan untuk melatih siswa memiliki empat kecakapan tersebut,” katanya dalam Pelatihan Pembinaan Ekskul Jurnalistik Berbasis Media Digital yang diikuti oleh guru-guru dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Kamis (26/11).

Menurut Rahmat ada tiga persoalan umum yang dihadapi ekskul jurnalistik di sekolah. Selain masih dilaksanakan secara sporadis, ekskul kerap belum memiliki program tahunan yang rapi. Selain itu, guru pembina belum tentu memiliki bekal jurnalistik.

“Di masa pandemi, tantangannya bertambah karena tidak mungkin dilaksanakan dengan tatap muka,” lanjutnya.

Meski demikian, dengan menggunakan media digital ekskul jurnalistik tetap bisa dilaksanakan.

Narasumber lain, guru SMP IT PAPB Semarang Usman Roin, mencontohkan bahwa pihaknya tetap bisa menjalankan ekskul jurnalistik meski dalam situasi pandemi.

Salah satu strateginya adalah dengan menggeser orientasi dari media cetak ke media digital.

Menurutnya, ekskul jurnalistik bisa tetap dijalankan asal ada guru yang memiliki passion pada bidang jurnalistik dan kepenulisan.

“Kalau ada satu guru saja yang hobi di bidang itu, biasanya bisa ditularkan ke siswa dan guru-guru lain di sekolah,” katanya.

SMP IT PAPB sendiri telah berhasil menjalankan program ekskul jurnalistik sehingga siswa-siswanya konsisten  menorehkan prestasi pada bidang tersebut. Dalam Lomba Jurnalistik Siswa tingkat SMP, SMP IT PAPB tiga tahun berturut-turut menjadi juara.

Pelatihan Pembinaan Ekskul Jurnalistik diselenggarakan sejumlah dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Unnes sebagai program pengabdiannya. Dosen yang terlibat antara lain Muhammad Burhanudin, DIyamon Prasandha, dan Dyah Prabaningrum.

Adapun mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Dila Sulistianingsih dan Dyah Ayu, keduanya mahasiswa Sastra Indonesia Unnes.

Rahmat Petuguran adalah pemimpin redaksi PORTALSEMARANG.COM. Selain aktif di dunia jurnalistik, ia juga aktif menjadi peneliti bahasa. Sebagai peneliti bahasa ia menekuni kajian sosiolinguistik dan analisis wacana. Kini sedang melanjutkan studi di Program Doktor Ilmu-Ilmu Humaniora (Linguistik) Universitas Gadjah Mada.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending