Produktivitas Akademisi Terkait Kebiasaan Sehari-hari

Menjadi akademisi yang produktif tidak hanya terkait dengan kemampuan intelektual. Di luar itu, produktivitas juga dipengaruhi kebiasaan hidup hari ke hari.

Peneliti RMIT University Jeffrey S. Brooks mengatakan hal itu saat menjadi dosen tamu di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Rabu (27/3) di Dekanat. Ia berbicara dalam kuliah “How to Be a Producyive Scholar: Habits and Processes for Academic Writers and Grant Seekers”.

Menurut Brooks, pertama-tama peneliti harus jujur kepada diri sendiri tentang kelemahan dan keunggulan dirinya. Termasuk mengenali jam-jam produktif dalam kesehariannya.

“Kalau memang produktif membaca dan menulis pagi, manfaatkan waktu-waktu ema situ. Kalau memang produktif malam, optimalkan waktu itu,” katanya.

Brooks mengakui, setiap peneliti memiliki pola yang berbeda dalam mengoptimalkan potensi dirinya sehingga lebih produktif. “Cara yang saya tempuh hanyalah salah satu cara,” katanya.

Sebagai peneliti, Brooks dikenal produkti menulis di berbagai jurnal internasional bereputasi. Buku-buku akademiknya, terutama mengenai kepemimpinan di bidang pendidikan, juga cukup banyak dan diterbitkan oleh penerbit-penerbit bereputasi internasional.

Wakil Dekan Bidang Akademik FBS, Dr Hendi Pratama MA mengatakan dosen FBS memiliki potensi luar biasa menjadi akademisi yang produktif. Dengan komitmen yang kuat, potensi itu bias diaktualisasi sehingga melahirkan karya akademik yang berkualitas.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.