Ke Pengadilan, Cari Kebenaran atau Pembenaran?

Selain Devil Advocate dan The Judge, film The Whole Truth adalah salah satu film yang menguak dunia hitam para pengacara. Sebagaimana pada dua film yang saya sebutkan lebih awal, The Whole Thruth menunjukkan betapa bajingannya para pengacara professional memainkan hukum.

Film ini dibuka dengan narasi batin Richard Ramsay, pengacara yang sedang menangani pembunuhan tingkat pertama. Kliennya adalah Michael Lassiter (Mike) yang didakwa membunuh ayahnya sendiri. Di pengadilan Mike sudah mengaku bahwa memang dialah pelakunya.

Setelah tutup mulut selama beberapa kali siding, Mike akhirnya mau buka suara. Dalam pengakuannya, ia membunuh ayahnya karena ayahnya melakukan pelecehan seksual.

Pengakuan ini diberikan Mike supaya juri bersimpati kepadanya. Itu diperlukan supaya, meskipun di awal dia sudah mengaku telah membunuh, juri akan memberi penilaian bahwa dirinya tidak bersalah. Dan, memang begitu hasil akhirnya: Mike tidak bersalah.

Kejutan film ini ada di beberapa menit terakhir. Pembunuh ayah Mike, Boone Lassiter, adalah Ramsey, si pengacara itu sendiri.

Ramsey membunuh Boone karena bersimpati dengan istri Boone, Loretta Lassiter, yang kerap dihina oleh Boone. Di antara Ramsey dengan Loretta agaknya ada affair. Ramsey memang dekat dengan keluarga Lassiter ini, agaknya sebagai pengacara keluarga.

Film ini menarik karena njlimet sekaligus penuh kejutan. Njlimet karena alurnya maju mundur dengan penjelasan-penjelasan yang sekilas. Kesaksian-kesaksian diilsutrasikan sebagai masa lalu.

Nah, yang menjengkelkan adalah pada proses peradilan. Betapa pun proses peradilan dilaksanakan dengan tata karma yang baik, pengadilan adalah sistem yang rapuh dan rentan dimainkan. Ramsey memanfaatkan kondisi itu agar pembunuhan yang dilakukannya tidak diketahui.

Penasaran? Kita lanjut ke TKP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.