Cibaduyut..Eeuuyy..

Tak lengkap rasanya berkunjung ke Kota Bandung tanpa mampir ke tempat ini. Cibaduyut. Ya, Cibaduyut adalah salah satu pusat oleh-oleh yang sangat terkenal dengan kerajinan kulitnya seperti sepatu dan tas. Bahkan, sepatu menjadi ikon tempat ini, terlihat di perempatan ujung Jalan Cibaduyut Raya terdapat patung sepatu.

Pusat oleh-oleh Cibaduyut berada di Jalan Cibaduyut Raya. Ketika kita melintasi jalan tersebut, terlihat toko-toko berjajar di pinggir jalan. Mulai dari toko sepatu, tas, dodol, aksesoris khas Bandung, dan yang lainnya. Ada yang beranggapan bahwa belum sampai ke Cibaduyut kalau belum mendapatkan kerajinan kulitnya, baik sepatu ataupun tas. akan tetapi yang terkenal adalah sepatu khas Cibaduyut.

Kami, rombongan Kuliah Kerja Lapangan, setelah melakukan kunjungan di Jakarta pada tanggal 17 September 2014, melanjutkan perjalanan ke Kota Bandung di hari berikutnya. Salah satu tempat kunjungan kami adalah pusat oleh-oleh Cibaduyut. Katanya, di sini menjual oleh-oleh yang cukup murah, oleh karena itu kami tanpa ragu-ragu mengunjunginya. Kami pun membuktikannya. Sepatu kulit dengan kualitas tak kalah dengan produk luar negeri, bisa kami dapatkan dengan harga sekitar 100 sampai 150 ribu rupiah, bahkan bisa lebih murah jika kita pandai tawar menawar harga.

Memang tak diragukan lagi kalau membahas mengenai kualitas sepatu Cibaduyut, karena presiden terpilih, Joko Widodo, menggunakan produk ini.

Tak hanya kerajinan kulit yang dijual disini. Ada makanan khas Bandung yang dijual di sini, seperti dodol, peyeum, opak, dan lain-lain. Selain itu, ada macam-macam kaos berlabel Kota Bandung dengan harga mulai Rp15.000,00. Kebanyakan dari teman kami yang perempuan juga membeli oleh-oleh berupa boneka. Mulai dari ukuran kecil sampai yang jumbo ada di sini.

Terlihat di ruko bagian dalam Cibaduyut, terdapat pedagang macam-macam aksesoris gelang dan cincin dengan harga mulai Rp5.000,00. Tak sedikit teman-teman kami yang laki-laki berminat membelinya sebagai oleh-oleh maupun untuk dipakai sendiri.

Semakin menambah ramai suasana Cibaduyut, nampak pedagang gantungan kunci berkeliling menjajakan dagangannya. Mereka pun menawarkan harga gatungan kunci dengan bervariasi harga. Ada yang dengan harga 10 ribu mendapatkan 2 buah atau 3 buah, bahkan ada ayang menawarkan sampai 6 buah dengan barang yang sama. Gantungan kunci ini bisa menjadi salah satu pilihan oleh-oleh untuk teman-teman atau kerabat di rumah karena harganya yang murah.

Waktu berlalu tak terasa bagi kami untuk berkeliling memburu oleh-oleh di Cibaduyut. Mulai dari pukul setengah lima sore sampai azdan maghrib menutup perjumpaan kami dengan Cibaduyut. Dari sebelumnya bagasi bus kami yang hanya berisi tas pakaian, sekarang dipenuhi oleh oleh-oleh yang baru saja kami beli. Bahkan, bagasi pun tak mampu menampung semua barang bawaan kami, dan di dalam bus pun menjadi sedikit sesak.

Cibaduyut, menjadi penutup dan menggenapkan rasa lelah kami dalam kegiatan KKL Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2012. Meskipun begitu, kami semua senang dan terkesan. Dwi Yuniawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.