Adi Nur Cahyono, Dosen Unnes Berusia 36 Tahun, Doktor Matematika Lulusan Jerman

Laki-laki itu bertubuh tinggi dan berpembawaan kalem. Dengan rambut hampir sebahu yang dipadupadankan dengan jersey salah satu klub sepak bola, tampilannya tampak sangat casual.

Dia adalah Adi Nur Cahyono. Dosen Jurusan Matematika Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini  mudah ditemui di Laboratorium Matematika, Gedung B10 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Adi, biasa ia disapa, masih relatif muda. Tahun ini usianya baru akan genap 36 tahun. Tapi sebagai dosen, ia sudah merampungkan pendidikan tertingginya, yakni doktor.

Tahun lalu dia menyelesaikan pendidikan doktornya di salah satu kampus terbaik di Jerman, Universitat Frankfurt.

Saat di Jerman, ia mengembangkan proyek MathCityMap. Proyek itu diakui luas oleh akademisi Matemtika di berbagai negara karena kebaruannya, memadukan pembelajaran matematika dengan petualangan.

Aplikasi itu membimbing siswa untuk menyelesaikan persoalan matematika dengan melakukan penelusuran di berbagai lokasi di sekitar.

Saat permainan Pokemen Go booming beberapa tahun lalu, MathCityMap disebut sebagai PokemonGo versi edukatif.

Selain karya inovatif berupa media pembelajaran, Adi juga produktif menulis. Salah satu bukunya, Learning Mathematics in a Mobile App-Supported Math Trail Environment, diterbitkan oleh Springer. Di dunia akademik, Springer dikenal sebagai salatu penerbit yang sangat bergengsi.

Setelah menyelesaikan doktoralnya, Adi kini kembali ke Unnes untuk mengajar, baik di Program Sarjana maupun Program Pascasarjana.

Berkat jaringan akademiknya yang baik, Adi juga kerap mengajar di perguruan tinggi lain. Awal Juli lalu, misalnya, pria kelahiran Banjarnegara ini menjadi dosen tamu di Goethe-Universität, Jerman.

Pada kesempatan yang sama, ia mewakili Unnes untuk menjalin kerja sama dengan IDMI Johann Wolfgang von Goethe-Universität, Jerman.

Pria yang hobi memotret ini punya berbagai rencana akademik di masa depan. Selain melanjutkan proyek MathCityMap-nya, Adi juga termotivasi terus menulis buku.

Ia berharap, bisa berkontribusi pada bangsa Indonesia lebih banyak.

Adi lahir di Banjarnegara, tepatnya di Kecamatan Karangkobar. Pendidikan SD ia tempuh di SD Negeri Leksana 2
Kota Banjarnegara, dilanjutkan SMP di SMP Negeri 1 Karangkobar. Adapun pendidikan SMA diselesaikan di SMA Negeri 1 Karangkobar.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.