Hindari, Inilah 7 Titik Macet Paling Parah di Semarang

MERASA MACET di Semarang sudah terlalu parah? Jika begitu, Anda tidak sendirian. Kota ini memang semakin padat dari hari ke hari. Pertumbuhan jumlah kendaraan tidak diimbangii penambahan ruas jalan. Kondisi ini diperparah oleh ketidaktertiban pengguna jalan.

Di Semarang, ada sejumlah titik dengan kemcetan parah tingkat “dewa” pada jam berangkat dan pulang kerja. Jika Anda tidak bernar-benar terpaksa, hindarilah 7 titik berikut ini.

1. Bundaran Kalibanteng

Sebab utama macet di titik ini adalah penumpukan kendaraan dari arah Kendal (Jakarta) dan Demak. Antrean panjang juga diperparah karena bundaran ini adalah titik temu enam jalur, yakni jalur Kendal, Demak, Jalan Abdurahman Saleh, Pamularsih, Jalan Jenderal Soedirman, dan jalan menuju Bandara Ahmad Yani.

Ada jalan “tikus” yang sebenarnya bisa Anda gunakan untuk menghindari kamcetan di bundaran ini. Jika anda dari arah Pamularsih menuju Jalan Siliwangi belok kiri setelah SMA Kesatrian 1.

2. Perempatan Krapyak

Selain Kalibanteng, perempatan Krapyak juga salah sati titik paling macet di jalur barat Kota Semarang. Antrean kendaraan yang keluar dan masuk tol membuat antrean di traffic light kerap mengular.

Kemactan di titik ini ternatnag panjang dari pertigaan Hanoman (arah Gaha Padma), tol Krapyak, perempatan Krapyak, bahkan hingga Ngaliyan. Meski pemerintah telah melebarkan jalan, kemacetan masih sering terjadi pada pagi dan sore hari.

3. Pasar Jatingaleh

Pasar Jatingaleh juga termasuk titik yang paling rawan macet. Penyebabnya, warga sering melintas jalanan dari arah tol ke gerbang pasar.

Persilangan arus ini membuat kendaraan yang melaju dari arah utara (Kaliwiru) menuju selatan (Gombel) harus mengantre. Pada jam-jam sibuk, kemacetan juga diperparah oleh kendaraan yang belok dari arah Jalan Teuku Umar menuju Gombel.

4. Gerbang Tol Depan Ada Banyumanik

Setelah pasar Jatingaleh, jalur selatan yang paling rawan macet adalah gerbang tol di depan Ada Banyumanik. Kemacetan berada di sekitar jalan tol, persis di depan Ada Swalayan.

Selain karena arus lalu lintas di Jalan Perintis Kemerdekaan yang padat kendaraan yang melintas di Perintis Kemerdekaan harus begiliran dengan mobil yang masuk dan keluar tol. Kondisi ini diperparah oleh bus dan angkot yang ngeetem tidak jauh dari pintu keluar tol.

5. Area pasar Gayamsari

Di depan pasar Gayam banyak pedagang lewat, nyeberang, dan angkot yang hilir mudik keluar masuk. Kadang beberapa bus kota berhenti seenaknya sehingga kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati.

6. Jalan Agus Salim, Johar

Anda pasti pernah merasakan sendiri saat belanja di Johar. Sepanjang jalan Agus Salim dari perempatan Hotel Metro hingga bundaran Bubakan kendaraan tidak bisa melaju dengan lancar.

Penyempitan jalan akibat banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang menggelar dagangan di bahu jalan diperparah oleh parkir sepeda motor yang kadang sampai dua lapis. Becak yang terparkir di depan jalan masuk pasar juga berkontribusi membuat macet makin parah.

7. Jembatan Besi Sampangan

Sejak beberapa bulan lalu, kemacetan parah sering terjadi di sekitar Jembatan Besi, Sampangan. Kemacetan biasanya dimulai dari depan Pasar Sampangan baru (SPBU Tugu Suharto), pertigaan menuju Jatingaleh, perempatan Kradenan, bahkan mengekor hingga tanjakan Trankil.

 

3 Comments

  1. Ririn

    November 8, 2011 at 3:26 pm

    Kalibanteng memang yang paling parah.. Sepertinya mau pagi, siang, sore, malam, kapan aja tetep aja macet. Berikutnya Krapyak samapi mau ke ngaliyan aduhhh ampunnn macet banget..

  2. Jajiek

    March 24, 2015 at 9:20 am

    Pedurungan kok ga dimasukin? Lebih parah dari Gayamsari tuh.. Juga dimasukkan wilayah hinterland Semarang: Pasar Mranggen dan Pasar Ungaran

  3. Puji Utomo

    May 12, 2015 at 3:26 am

    Pedurungan kawasan macet juga, perempatan Tlogosari juga semakin macet pas jam pulang dan berangkat kerja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.