Trend Belanja Online Saat Pandemi

Oleh: Rafi Irfan Hanif

Selama hampir dua bulan lebih pademi virus melanda di Indonesia yang membuat orang-orang enggan untuk berbelanja ke pasar atau toko. Lalu jika tidak datang ke toko bagaimana cara berbelanjanya? Orang-orang memilih untuk belanja secara online sebagai cara untuk mengurangi risiko tertular virus dari pada datang ke toko atau pasar yang berisiko lebih besar untuk tertular virus.

Dilansir dari Detik.com, Kamis (07/05/2020), dengan meningkatnya penyebaran COVID-19 banyak masyarakat yang memilih untuk berbelanja online sebagai cara memenuhi berbagai kebutuhan esensialnya, mulai dari perlengkapan rumah, produk-produk kesehatan, hingga perlengkapan ibu dan bayi. Ini juga dilakukan sebagai upaya memutus rantai penyebaran COVID-19 semakin luas.

Dengan meningkatnya jumlah orang yang postif terkena COVID-19 lebih meningkatkan kewaspadaan orang-orang untuk keluar rumah. Terlebih lagi ada himbauan dari pemerintah bila tidak memiliki kepentingan yang medesak sebaiknya tidak usah untuk keluar rumah. Hal tersebut juga menambah minat orang untuk keluar rumah juga berkurang. Apabila terus terusan di rumah orang-orang pastinya juga akan kehabisan bahan bahan pokok. Tetapi jika mereka pergi keluar ke toko untuk membeli bahan bahan pokok maka akan ada risiko untuk tertular virus. Tentu saja hal itu sangat membingungkan.

Di sisi lain para pedagang mengalami penurunan omset karena sepinya pengunjung karena hal tersebut. Orang-orang yang enggan keluar membuat warung sepi pengunjung. Ditambah kebijakan pemerintah di beberapa daerah yang membatasi jam operasional toko saat kondisi pandemi ini membuat pedagang tidak bisa buka hingga larut malam seperti kondisi biasanya. Para pedagang pun memutar otak untuk mecari solusi bagaimana caranya agar dagangan mereka tetap laku dan medapat pemasukan agar toko tidak merugi dalam kondisi seperti ini.

Lalu bagaimana caranya agar pembeli dan para pedagang ini bisa tetap bertransaksi dalam kondisi pandemi seperti ini ? Dengan berdagang secara online di sana lah para pembeli dan pedagang bisa bertemu. Dalam hal ini banyak para pedagang memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada dengan berdagang secara online. Pastinya setiap orang memiliki ponsel pintar yang sudah tersambung dengan internet untuk mengakses toko-toko online yang tersedia.

Dalam hal ini para pedagang kebanjiran order dari pembeli karena tingginya permintaan orang. Orang orang dalam kondisi pandemi dan karantina seperti ini sangat membutuhkan bahan-bahan pokok. Selain bahan pokok orang juga mencari perlengkapan kesehatan untuk digunakan dalam kegiatan sehari hari seperti masker kain, hand sanitizer, juga vitamin untuk menjaga kesahatan tubuh.

Dengan banyaknya permintaan saat berdagang online setidaknya para pedagang bisa mendapatkan keuntungan dan tidak merugi akibat kondisi yang ada sekarang. Walaupun keuntungan yang didapatkan tidak sebanyak saat kondis berdagang seperti biasa.

Di sisi pembeli mereka bisa memesan barang melalui ponsel pintar mereka tanpa harus mendatangi toko. Pembeli dimudahkan mulai dari akses yang mudah, praktis, dan juga bisa akses di mananpun dan kapan pun. Hal tersebut bisa menghemat waktu pembeli.

Sebagaimana dikutip oleh Sonny (2016), kemudahan dalam pemasaran online yaitu para pelanggan dapat memesan produk 24 jam sehari dimanapun mereka berada. Mereka tidak harus berkendaraan, mencari tempat parkir, dan berjalan melewati gang yang panjang untuk mencari dan memeriksa barang-barang.

Selain menghemat waktu pembeli juga bisa memanfatkan fitur pembayaran menggunakan metode cashless atau dengan uang digital. Di mana pembeli bisa membayar barang yang dilakukan secara non tunai, dengan melalui perantara seperti media atau aplikasi penyedia jasa uang digital. Jadi pembeli tidak usah datang menemui pedagang dan membayarkan uang secara tunai.

Selain banyak keuntungan dalam berbelanja online terdapat kerugian yang ada dalamnya. Banyak orang yang cenderung membeli barang yang tidak di perlukan saat kondisi seperti ini. Selain itu dalam kesempatan saat ini dimana orang-orang ramai  berdagang online ada oknum yang menyalah gunakannya untuk menipu calon pembelinya. Seperti kualitas barang tidak sesuai dengan apa yang ditampilkan di foto.

Biasanya guna menipu para calon pembelinya para pedagang seperti ini memasang harga barang yang tidak biasa. Biasanya jauh dari harga normal di pasaran yang ada dengan meyakinkan pembelinya bahwa barang yang di jual adalah barang yang bagus dan baik.

Selain itu di kondisi pandemi ini kita sebagai pembeli juga harus menjaga kebersihan paket. Saat paket datang coba meminta tolong kurir untuk menaruh paket di suatu tempat dan jangan disentuh terlebih dahulu. Setelah itu bersihkan paket dengan alkohol 70% untuk menghilangkan virus yang menempel pada paket. Jika kurir enggan untuk diminta tolong kita bisa terima langsung paket dan segera mungkin dibersihkan dengan alkohol. Setelah membersihkan paket kita harus segera cuci tangan dengan sabun agar tidak ada virus yang menempel di tangan setelah memegang paket yang baru datang.

Untuk menghindarkan dari penularan virus apabila ingin berbelanja bisa dilakukan secara online selain praktis dan mudah bisa menjauhkan kita dari penuluran virus.Selain itu sebagai pembeli kita juga harus pintar memilih penjual di toko online dan tetap harus waspada terhadap pedagang seperti di atas. Selain waspada kita juga harus menerapkan social distancing saat menerima paket untuk meminimalisir penularan virus dari kurir yang mengantarkan paket. Walaupun dikatakan di atas bahwa berbelanja secara online memiliki banyak keuntungan di sisi lain kita harus berhati hati dalam melakukan transaksi. Kurang waspada dari kita pembeli bukan mendapat keuntungan malah kita rugi sendiri karena mendapat barang yang tidak susai dengan apa yang kita harapkan sebelumnya.

(Rafi Irfan Hanif)

Artikel ini merupakan hasil latihan mahasiswa peserta mata kuliah Jurnalistik dari jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UNNES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.