Skripsi Jalan di Tempat? Yuk Kenali 15 Tipe Dosen Pembimbing dan Cara Menghadapinya

Kelancaran skripsi tidak hanya dipengaruhi oleh penguasaan materi mahasiswa, tetapi juga kelancaran komunikasi antara mahasiswa dengan dosen pembimbing.

Banyak lho, mahasiswa yang sebenarnya menguasai materi namun harus tertunda mengerjakan skripsi karena “kurang akur” dengan dosen pembimbingnya. Nah, kondisi itu patut dihindari, karena mahasiswa yang justru akan dirugikan.

Untuk mengtasi itu, mahasiswa perlu juga memahmi tipe-tipe dosen pembimbing. Pemahaman ini diperlukan supaya saat berkomunikasi, prosesnya berjalan lebih lancar. Dosen bahasa Inggris Unnes Issy Yuliasri memetakan, ada setidaknya 14 tipe dosen pembimbing. Coba perhatikan, tipe tipe dosen pembimbingmu yang mana ya

1. Tipe IDEALIS AKADEMIS: menghendaki agar skripsi/thesis mahasiswa memenuhi standar ideal akademis; pembimbingan berjalan teratur dan lama

(saran buat mahasiswa: ikuti semua prosesnya dengan sabar dan istikomah….anda akan mendapatkan hasil skripsi yang bisa dibanggakan )

2. Tipe PERFEKSIONIS menuntut skripsi/thesis yang sempurna, sehingga sering dipandang mahasiwa sebagai dosen KILLER dan mempersulit.

(Saran buat mahasiswa: ikuti semua sarannya, proofread dulu sebelum konsul dosen…bila perlu minta bantuan teman. Jangan buat kesalahan yang tidak perlu. Selebihnya, gunakan sabar dan doa sebagai penolongmu )

3. Tipe DEMANDING: sukanya menuntut mahasiswa sepandai dosennya, sehingga mahasiswa sering kewalahan memenuhi tuntutannya

(Saran buat mahasiswa: baca buku sebanyak-banyaknya, kuasai landasan teori dan penelitian sebelumnya, buatlah dosenmu terkesan seolah dirimu sangat resourceful, dan berikan argumen yang ciamik. Selebihnya, berbaik-baiklah dan bersabar )

4. Tipe GAIB: sulit dilacak keberadaannya oleh mahasiswa; di-sms atau telpon pun tidak merespon

(Saran buat mahasiswa: banyaklah berdoa agar dosenmu mendapat hidayah dan banyak mendapat sumber rizki di kampus, dan memiliki waktu luang menemui mahasiswa )

5. Tipe MUFAKAT: asal dosen satunya sudah membimbing dan menyetujui, akur saja langsung acc

(Saran buat mahasiswa: kalau mau sekedar cepat lulus, nikmati saja, anda ‘beruntung’ walau mungkin skripsi tidak musti bagus. Kalau mau ideal, tanyakan, ‘apakah ada saran perbaikan dari Bapak/Ibu’? ).

6. Tipe ONLINE: maunya membimbing lewat email atau facebook. Menolak bimbingan tatap muka kecuali urgent.

(Saran buat mahasiswa: bila merasa tidak cukup mengikuti kemauan dosen yg disampaikan secara online, sampaikan dengan sopan: Pak/Bu, saya kurang begitu paham bila bimbingan online seluruhnya. Bolehkah untuk hal-hal yang saya kesulitan saya berkonsultasi dwngan tatap muka? )

7. Tipe JA’IM (JAGA IMAGE): selalu bersikap formal dan berjarak dengan mahasiswa; biasanya berbicara dengan bahasa baku dan nada suara yang berwibawa

(Saran buat mahasiswa: jagalah selalu sikap formal dan hormat. Sesekali boleh lah memuji kelebihan dosen…tapi harus genuine, ya? Harus benar2 sesuatu yang benar tentang dosen tersebut )

8. Tipe FILOSOFIS: waktu bimbingan lebih banyak dipakai untuk nasihat tentang hidup daripada tentang skripsi/thesis

(Saran buat mahasiswa: Tunjukkan perhatian kepada nasihatnya… dengarkan dengan sabar … setelah ‘ceramah’ berakhir, bafu tanyakan masalah skripsi yg anda masih perlu konsultasikan)

9. Tipe FEODAL: sulit ditebak apa maunya. Janji bertemu sering dilanggar tanpa berita, namun mudah marah ketika mahasiswa lupa memenuhi janji. Mahasiswa harus selalu memenuhi selera dosen.

(Saran buat mahasiswa: sebaiknya bersikaplah kompromis. Jangan membuat kesalahan yang tidak perlu. Penuhi janji. Jangan suka membantah. Selebihnya berusahalah tabah bak pejuang )

10. Tipe MOODY: Mahasiswa harus bisa baca mood-nya. Bila mood baik, bimbingan nyaman dan lancar jaya; bila mood jelek, bawaannya bawel dan marah.

(Saran buat mahasiswa: perhatikan raut wajah dosen ketika anda nongol untuk bimbingan. Bila wajah ramah dan sumringah, konsulkan hal-hal yang sulit sekalipun. Bila wajah serius dan sedikit masam, konsulkan yang terpenting saja dan sebentar saja )

11. Tipe PRAKTIS AKADEMIS: menghendaki agar skripsi/thesis mahasiswa memenuhi standar normal akademis; pembimbingan berjalan teratur dan singkat.

(Saran buat mahasiswa: ikuti semua sarannya dengan baik, toh dosen hanya menuntut yang sewajarnya saja. Bila semua saran dipenuhi, skripsi dapat selesai dalam waktu yang wajar )

12. Tipe FLEKSIBEL: melihat potensi kemampuan mahasiswa; kpd mahasiswa brilian tuntutannya tinggi; kepada mahasiswa pas-pasan tuntutannya disesuaikan.

(Saran buat mahasiswa: berusahalah keras dan optimal dalam mengerjakan skripsi. Dosenmu melihat dirimu sesuai potensi dan ingin dirimu membuat karya yg optimal. Walau kadang waktu penyelesaian skripsi agak lama, namun skripsimu tidak memalukan )

13. Tipe DERMAWAN: Bawaannya ingin segera meng-acc saja tidak perlu ribet.

(Saran buat mahasiswa: bila anda mahasiswa type pencari kertas ijasah, ya sudah, anda ‘beruntung’, skripsi cepat selesai, walau mutu belum tentu bagus. Bila anda type idealis akademis, mintalah saran untuk perbaikan…mahasiswa berhak mendapat pembimbingan dan arahan dosen ).

14. Tipe TUT WURI HANDAYANI: melihat usulan dan potensi mahasiswa seperti apa, dan mengarahkannya

(Saran buat mahasiswa: tak perlu takut menyampaikan gagasanmu… mintalah arahan untuk hasil terbaik. ).

15. Tipe MOTIVATOR: pembimbingan merupakan ajang untuk pembelajaran, bukan saja akademis, namun juga emosional, dan spiritual, agar mahasiswa lulus menjadi pribadi yang tangguh. Bisa jadi pembimbingan lama.

(Saran buat mahasiswa: siapkan dirimu menjadi pembelajar yang tulus dan rendah hati; jangan sombong dan berbohong; bila lulus, akan menjadi pribadi yang tangguh dan bermasa depan cerah )

Saran secara umum untuk SEMUA type dosen pembimbing (kata kunci sukses skripsi):

BEKERJA KERAS (BERUSAHA SEMAKSIMAL YANG KAU BISA)
BANYAK BACA LITERATUR yg relevan agar tidak asbun
KONSISTEN (TERUS BEKERJA jangan ON-OFF)
BERSIKAP BAIK dan SOPAN kepada dosen pembimbing
SABAR dan DOA yang kenceng….
Doakan juga DOSEN PEMBIMBING ANDA (agar sehat, luang waktu, lapang hati, dll yang baik2)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *