Connect with us

News

Cegah Kurang Energi Kronis, Mahasiswa UNNES  Buat Program Pangan Lokal di Blora

Published

on

Tim Giat 16 Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES) Kelompok 36 melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pekan Lokal (Pendampingan Gizi Ibu Hamil KEK dengan Pemanfaatan Pangan Lokal)” di Balai Desa Kadengan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Senin (6/7/2026). Kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan pertemuan rutin PKK Desa Kadengan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, mengenai pencegahan Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil melalui pemanfaatan pangan lokal yang bergizi.

Kegiatan yang merupakan salah satu program kerja Tim Giat 16 Kesehatan FK UNNES Kelompok 36 ini menyasar ibu-ibu PKK sebagai agen perubahan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Melalui edukasi tersebut, peserta diharapkan mampu memahami pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan serta mengoptimalkan potensi pangan lokal sebagai sumber nutrisi yang mudah diperoleh, terjangkau, dan bergizi.

Program Pekan Lokal juga menjadi bentuk dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui upaya peningkatan pemenuhan gizi ibu hamil dengan memanfaatkan pangan lokal, serta SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pencegahan Kurang Energi Kronis (KEK) guna mendukung kesehatan ibu dan janin.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pengisian pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta mengenai KEK pada ibu hamil dan pemanfaatan pangan lokal. Selanjutnya, acara dibuka oleh pelaksana kegiatan dengan menyampaikan tujuan program serta pentingnya peran ibu-ibu PKK dalam mendukung kesehatan ibu hamil di lingkungan sekitar.

Materi edukasi disampaikan menggunakan media PowerPoint dan poster edukasi yang berisi informasi mengenai pengertian Kurang Energi Kronis (KEK), faktor risiko, dampak KEK terhadap ibu maupun janin, serta berbagai jenis pangan lokal Desa Kadengan yang memiliki kandungan gizi tinggi dan dapat dimanfaatkan sebagai menu sehat bagi ibu hamil. Selain itu, peserta juga diperkenalkan contoh menu berbasis pangan lokal beserta penjelasan mengenai porsi yang sesuai dan teknik pengolahan makanan agar kandungan gizinya tetap terjaga.

Penyampaian materi dilakukan oleh Kurnia Putri Paramitha, mahasiswa Program Studi Gizi, yang mengajak peserta berdiskusi mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan serta pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai solusi untuk mencegah KEK.

Kurnia Putri Paramitha mengatakan bahwa masih banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa pangan lokal memiliki kandungan gizi yang mampu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil apabila diolah dengan tepat.

“Melalui program Pekan Lokal, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pencegahan KEK tidak selalu bergantung pada bahan pangan yang mahal. Banyak bahan pangan lokal yang mudah diperoleh di Desa Kadengan memiliki kandungan gizi yang baik dan dapat dimanfaatkan sebagai menu sehat untuk mendukung kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang janin,” kata Kurnia.

Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti pengisian post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan setelah mengikuti penyuluhan. Sebagai bentuk keberlanjutan program, poster edukasi Pekan Lokal diserahkan kepada pengurus PKK Desa Kadengan agar dapat dimanfaatkan sebagai media informasi dan edukasi bagi masyarakat. Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta.

Dosen Pembimbing Lapangan, Lutfi Muzaqi, S.K.M., M.K.K.K., menyampaikan bahwa edukasi gizi kepada masyarakat merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak melalui pendekatan promotif dan preventif.

“Pemenuhan gizi yang baik selama kehamilan merupakan investasi penting bagi kualitas kesehatan generasi mendatang. Edukasi mengenai pemanfaatan pangan lokal menjadi strategi yang efektif karena memanfaatkan potensi yang tersedia di masyarakat sekaligus mendorong perubahan perilaku menuju pola konsumsi yang lebih sehat. Kegiatan ini mendukung implementasi SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat, serta SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya pencegahan Kurang Energi Kronis pada ibu hamil sehingga mampu meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak,” ujar Lutfi.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Ibu-ibu PKK aktif mengikuti diskusi, mengajukan pertanyaan, serta berdiskusi mengenai berbagai jenis pangan lokal yang dapat dimanfaatkan dalam menu sehari-hari. Hasil evaluasi melalui post-test juga menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pencegahan KEK dan pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan.

Melalui kegiatan ini, Tim Giat 16 Kesehatan FK UNNES Kelompok 36 berharap ibu-ibu PKK dapat menjadi pelopor dalam menyebarluaskan informasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi ibu hamil serta pemanfaatan pangan lokal kepada keluarga maupun masyarakat sekitar. Dengan meningkatnya pengetahuan tersebut, diharapkan angka kejadian Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil dapat ditekan sehingga mendukung terwujudnya ibu dan anak yang lebih sehat. Program Pekan Lokal (Pendampingan Gizi Ibu Hamil KEK dengan Pemanfaatan Pangan Lokal) menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, Tim Giat 16 Kesehatan FK UNNES Kelompok 36 berkomitmen meningkatkan literasi gizi masyarakat serta mendorong pemanfaatan potensi pangan lokal sebagai upaya mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera).

Rahmat Petuguran adalah pemimpin redaksi PORTALSEMARANG.COM. Selain aktif di dunia jurnalistik, ia juga aktif menjadi peneliti bahasa. Sebagai peneliti bahasa ia menekuni kajian sosiolinguistik dan analisis wacana. Ia menyelesaikan Pendidikan S1 di Universitas Negeri Semarang, S2 di Universitas Diponegoro, dan menempuh Program Doktor Bidang Linguistik Universitas Gadjah Mada.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending