Connect with us

News

Tingkatkan Pengelolaan Deswita Sepakung, PPK Ormawa BEM FIK UNNES Gelar Pelatihan Manajemen Destinasi Wisata dan K3

Published

on

PORTALSEMARANG.COM, SEMARANG – Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BEM Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Semarang (UNNES) 2026 menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan Desa Wisata Sepakung melalui penyelenggaraan Pelatihan Manajemen Destinasi Wisata dan Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Pendopo Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang(26/07/2026).

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Tim PPK Ormawa BEM FIK UNNES 2026 dalam mewujudkan ekosistem wisata yang berkelanjutan melalui penguatan kapasitas masyarakat sebagai aktor utama pengelolaan destinasi. Dengan meningkatnya kemampuan pengelola, diharapkan Desa Sepakung mampu menjadi contoh desa wisata yang tidak hanya mengandalkan potensi alam, tetapi juga mengedepankan kualitas pelayanan, tata kelola yang baik, serta penerapan aspek keselamatan sesuai standar.

Kepala Desa Sepakung, Ahmat Nuri, mengatakan bahwa suatu langkah strategis dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus menjadi pengungkit pengembangan Desa Sepakung sebagai desa wisata yang lebih profesional, aman, dan berdaya saing.

“Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh Tim PPK Ormawa BEM FIK UNNES 2026 ini merupakan pengungkit bagi pengembangan Desa Wisata Sepakung. Sebagai bentuk komitmen pemerintah desa, peserta yang mengikuti pelatihan ini nantinya akan kami usulkan untuk ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) sebagai bagian dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sepakung,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Desa Wisata Kabupaten Semarang Daniel Bayu Anggara, S. Kom., M.M., menekankan bahwa keberhasilan sebuah destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh potensi alam yang dimiliki, tetapi juga oleh tata kelola yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan wisatawan.

“Penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas pelayanan, pengembangan produk wisata, serta penyusunan strategi pengelolaan yang berkelanjutan menjadi aspek penting dalam menciptakan destinasi wisata yang berdaya saing,” tegasnya.

Disisi lain, Ketua SISPALA SWAPALA Kalijaga Angkatan XXV Munifatul Zahra, mengungkapkan aspek keselamatan merupakan fondasi utama dalam pengelolaan destinasi wisata berbasis aktivitas alam.

“Penerapan budaya keselamatan tidak hanya bertujuan meminimalkan risiko kecelakaan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan wisatawan saat berkunjung,” ungkapnya

Pelatihan Manajemen Destinasi Wisata & Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) ini diikuti oleh pengelola wisata Embung Balong bersama perwakilan pemuda dari tiga dusun di Desa Sepakung, yakni Dusun Krajan, Dusun Jingkol, dan Dusun Kenongo. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola destinasi wisata secara profesional, aman, dan berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Sepakung, Kepala Dusun Jingkol, Ketua RT 01 Dusun Krajan, Ketua Pokdarwis Desa Sepakung, serta Dr. Ipang Setiawan, S.Pd., M.Pd. selaku dosen pendamping Tim PPK Ormawa BEM FIK UNNES 2026. Kehadiran unsur pemerintah desa, pengelola wisata, akademisi, dan generasi muda mencerminkan sinergi dan kolaborasi multipihak dalam mendukung pengembangan Sepakung Sport Adventure Area (SEVORTA) sebagai destinasi wisata olahraga alam yang dikelola secara profesional, mengutamakan aspek keselamatan, serta berorientasi pada keberlanjutan.

Melalui kolaborasi antara Tim PPK Ormawa BEM FIK UNNES 2026, Pemerintah Desa Sepakung, dan masyarakat, program ini diharapkan dapat memperkuat fondasi pengembangan Sepakung Sport Adventure Area (SEVORTA) sebagai destinasi wisata olahraga alam yang unggul, aman, dan berkelanjutan. Ke depan, berbagai program pendampingan akan terus dilakukan guna memastikan keberlanjutan pengelolaan wisata sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Sepakung melalui sektor pariwisata.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending