Kampus
Film “Langit Tetap Sama” Diputar di FISIP Unnes, Perkuat Kesadaran Inklusivitas dan Kesetaraan Akses
SEMARANG — Inklusivitas perlu dibangun melalui kesadaran, kolaborasi, dan pemberian kesempatan yang setara. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan nonton bareng dan diskusi film Langit Tetap Sama yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Semarang (Unnes) bersama Komunitas Sahabat Mata Kota Semarang, Jumat (11/9/2026).
Film Langit Tetap Sama merupakan karya Komunitas Sahabat Mata, komunitas yang beranggotakan penyandang tunanetra. Pemutaran film ini menjadi ruang apresiasi sekaligus pembelajaran bagi mahasiswa dan masyarakat bahwa penyandang disabilitas memiliki kemampuan untuk berkarya dan berkontribusi ketika memperoleh akses serta kesempatan yang setara.
Kegiatan tersebut mempertemukan mahasiswa, masyarakat, dan penyandang disabilitas dalam ruang yang sama. Melalui film dan diskusi, peserta diajak melihat disabilitas bukan semata-mata dari keterbatasan, melainkan dari potensi, kemampuan, dan hak yang perlu dihormati.
Pemutaran film juga menjadi bentuk edukasi publik bahwa produksi karya seni dan media tidak hanya dapat dilakukan oleh kelompok tertentu. Dengan dukungan lingkungan yang inklusif, penyandang disabilitas dapat terlibat dalam proses kreatif dan menghasilkan karya yang dapat dinikmati serta diapresiasi oleh khalayak luas.
Dr. Sos. Puji Lestari, M.Si., selaku penggagas kegiatan, menjelaskan bahwa agenda tersebut merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan bersama tim FISIP Unnes.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong pemahaman bahwa setiap orang memiliki hak yang sama untuk belajar, berkarya, dan berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. Penyandang disabilitas perlu mendapatkan akses dan kesempatan yang setara agar potensi mereka dapat berkembang secara optimal,” jelasnya.
Menurut Wakil Dekan Bidang Bisnis, Riset, dan Kerjasama FISIP itu, kolaborasi dengan Komunitas Sahabat Mata menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa dan masyarakat untuk membangun sikap yang lebih terbuka terhadap keberagaman.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pemutaran film, tetapi dapat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian yang diwujudkan dalam sikap serta tindakan nyata,” tambahnya.
Salah satu anggota tim, Erisandi Arditama, S.I.P., M.A., menjelaskan bahwa mahasiswa dan masyarakat menjadi kelompok sasaran kegiatan. Menurutnya, agenda tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 10 tentang berkurangnya kesenjangan, dan SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.
“Kelompok sasaran kegiatan ini adalah mahasiswa dan masyarakat sebagai perwujudan dari SDGs 4, 10, dan 17,” jelas Erisandi.
Kegiatan nonton bareng ini menjadi bagian dari rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat yang telah dilaksanakan sebelumnya. Hafiz Rafi Uddin, M.H., menjelaskan bahwa sejumlah agenda telah digelar, di antaranya kajian keagamaan, Sahabat Mata Bersholawat, dan berbagai pelatihan.
“Pemutaran film Langit Tetap Sama menjadi kegiatan pamungkas dari rangkaian agenda yang telah dilaksanakan,” ungkap Hafiz.
Ketua Komunitas Sahabat Mata Kota Semarang, Basuki, menyambut baik seluruh agenda kolaborasi tersebut. Ia menilai kegiatan ini merupakan ikhtiar bersama untuk menumbuhkan kepekaan masyarakat terhadap pentingnya inklusivitas, kesetaraan akses, dan kesempatan bagi semua.
Menurut Basuki, penyandang disabilitas perlu memperoleh ruang yang memadai untuk berpartisipasi dalam berbagai bidang kehidupan. Pemenuhan hak tersebut tidak hanya membutuhkan kebijakan, tetapi juga dukungan dan perubahan cara pandang masyarakat.
“Kami menyambut baik seluruh agenda yang telah terlaksana. Ini merupakan ikhtiar bersama untuk menumbuhkan kepekaan masyarakat tentang pentingnya inklusivitas, kesetaraan akses, dan kesempatan bagi semua, sehingga hak-hak penyandang disabilitas dapat terpenuhi,” ujarnya.
Setelah pemutaran film, mahasiswa juga diminta mengisi instrumen survei persepsi penonton terhadap film Langit Tetap Sama. Survei tersebut menjadi bagian dari upaya memperoleh gambaran mengenai pemahaman dan respon peserta terhadap pesan inklusivitas yang disampaikan melalui karya film.
Melalui kegiatan ini, FISIP Unnes dan Komunitas Sahabat Mata menegaskan bahwa inklusivitas bukan sekadar wacana, melainkan praktik nyata yang perlu dibangun melalui kolaborasi, apresiasi karya, serta pembukaan akses dan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat.
-
Muda & Gembira12 years agoKalau Kamu Masih Mendewakan IPK Tinggi, Renungkanlah 15 Pertanyaan Ini
-
Lowongan11 years agoLowongan Dosen Akademi Teknik Elektro Medik (ATEM), Deadline 24 Juni
-
Muda & Gembira11 years agoSMS Lucu Mahasiswa ke Dosen: Kapan Bapak Bisa Temui Saya?
-
Muda & Gembira11 years agoSembilan Kebahagiaan yang Bisa Kamu Rasakan Jika Berteman dengan Orang Jepara
-
Muda & Gembira12 years agoInilah 10 Sifat Orang Ngapak yang Patut Dibanggakan
-
Muda & Gembira12 years agoInilah 25 Rahasia Dosen yang Wajib Diketahui Mahasiswa
-
Kampus13 years agoAkpelni – Akademi Pelayaran Niaga Indonesia
-
Kampus14 years agoUnwahas – Universitas Wahid Hasyim
