Connect with us

News

Perkuat Produk Lokal Desa Cokro, Mahasiswa GIAT 16 UNNES Adakan Pelatihan Digitalisasi UMKM

Published

on

PORTALSEMARANG.COM, SEMARANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) GIAT 16 Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengadakan pelatihan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Cokro, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, sebagai upaya memperkuat daya saing produk lokal. Kegiatan bertajuk “Inovasi dan Digitalisasi UMKM untuk Ekonomi Desa Berkelanjutan” tersebut dilaksanakan di Joglo Latar Cokro, Kamis (30/7/2026).

Pelatihan yang diikuti sekitar 30 pelaku UMKM se-Desa Cokro itu membahas sejumlah aspek yang dinilai penting dalam pengembangan usaha, mulai dari legalitas, digitalisasi transaksi, hingga penguatan identitas produk melalui logo dan kemasan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN GIAT 16 UNNES dalam mendorong pelaku UMKM agar mampu mengembangkan produk lokal secara lebih profesional dan adaptif terhadap perkembangan pasar.

Koordinator Mahasiswa KKN UNNES GIAT 16 Desa Cokro, Firas Abid Zidan, mengatakan pelatihan tersebut disusun berdasarkan hasil identifikasi terhadap kebutuhan pelaku UMKM di Desa Cokro.

“Melalui program ini, kami berupaya memberikan pendampingan yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga aplikatif. Harapannya, pelaku UMKM dapat memahami pentingnya legalitas usaha, memanfaatkan teknologi digital dalam transaksi, serta meningkatkan nilai tambah produk melalui penguatan identitas visual sehingga mampu bersaing secara berkelanjutan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pendataan pelaku UMKM untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan masing-masing usaha. Pendataan tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk memetakan potensi sekaligus berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha di Desa Cokro.

Dalam pelatihan, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pentingnya legalitas usaha sebagai salah satu fondasi dalam pengembangan UMKM. Peserta juga mendapatkan pendampingan dalam proses pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Selain legalitas, mahasiswa mengenalkan pemanfaatan teknologi digital melalui penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai alternatif pembayaran bagi konsumen.

Penggunaan pembayaran digital tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memberikan pilihan transaksi yang lebih praktis sekaligus menyesuaikan usaha dengan perubahan perilaku konsumen di era digital.

Tidak hanya berfokus pada aspek administrasi dan transaksi, pelatihan juga menyentuh penguatan tampilan produk. Mahasiswa mendampingi pelaku UMKM dalam pembuatan logo sebagai bagian dari upaya membangun identitas dan karakter produk lokal Desa Cokro.

Identitas visual yang lebih kuat diharapkan dapat membuat produk memiliki ciri khas, meningkatkan daya tarik kemasan, serta membantu membangun kepercayaan konsumen.

Salah satu pelaku UMKM Desa Cokro, Suci, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN GIAT 16 UNNES. Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan dalam menjalankan dan mengembangkan usaha.

“Saya sangat senang dan terbantu dengan adanya kegiatan ini. Banyak ilmu baru yang kami dapat, mulai dari pengurusan legalitas usaha, penggunaan QRIS, sampai pembuatan logo untuk produk. Semoga program seperti ini bisa terus berlanjut dan menjadi agenda yang diteruskan oleh adik-adik KKN UNNES pada periode berikutnya, sehingga UMKM di Desa Cokro semakin berkembang dan mampu bersaing,” ujarnya.

Ia menilai pendampingan yang diberikan mahasiswa tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membantu pelaku UMKM menemukan solusi yang dapat diterapkan secara langsung untuk mendukung perkembangan usaha.

Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa KKN GIAT 16 UNNES berharap produk-produk lokal Desa Cokro memiliki daya saing yang semakin kuat. Penguatan legalitas, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan identitas dan tampilan produk diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha secara lebih berkelanjutan.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat desa melalui pengembangan potensi usaha lokal. Dengan dukungan pelaku UMKM, pemerintah desa, dan berbagai pihak terkait, produk lokal Desa Cokro diharapkan mampu berkembang dan memiliki jangkauan pasar yang semakin luas.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kapasitas pelaku UMKM. Selain itu, penerapan inovasi dan digitalisasi dalam pengembangan usaha sejalan dengan SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan pelaku UMKM mencerminkan semangat SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending