SDM Unggul, Unnes Siap Wujudkan “Kampus Merdeka”

Dengan keunggulan sumber daya manusia yang dimilikinya, Universitas Negeri Semarang (Unnes) menyambut program Kampus Merdeka dengan antusiasi. Program itu diyakini akan memberi dampak besar dalam melahirkan SDM Indonesia yang lebih berkualitas.

Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum mengungkapkan, program kampus merdeka selaras dengan nilai-nilai humanisme. Jika diterapkan, ia meyakini program tersebut akan membuat potensi mahasiswa berkembang lebih baik.

“Unnes menyambut ‘Kampus Merdeka’ dengan antusias. Dukungan SDM, fasilitas, dan jaringan kerja sama yang telah Unnes kembangkan akan membuat program itu berdampak signifikan, baik secara kelembagaan maupun bagi diri pribadi mahasiswa,” katanya saat membuka Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti), Senin (27/1).

Menurut Prof Fathur, Unnes memiliki dosen unggul di berbagai bidang. Pihaknya juga memiliki 60 persen program studi unggul yang telah terakreditasi A sehingga bisa menjadi rujukan mahasiswa universitas lain. Kondisi itu juga didukung dengan keberadaan sistem teknologi informasi maju yang dimiliki Universitas Berwawasan Konservasi tersebut.

“Segala potensi yang dimiliki Unnes terus dimanfaatkan secara optimal demi melahirkan SDM Indonesia yang lebih unggul,” katanya.

Dalam program yang diluncurkan Mendikbud Nadiem Makarim, Kampus Merdeka memuat empat subprogram berkaitan dengan akreditasi, hak mahasiswa mengikuti kuliah di luar prodi, pembukaan prodi baru, dan kemudahan menjadi PTN BH.

Menurut Fathur, terobosan Mendikbuk akan membuat potensi kelembagaan perguruan tinggi akan lebih berkembang. Selain itu, potensi mahasiswa juga akan lebih berkembang, baik secara intelektual maupun sosial.

Karena itulah, pihaknya menunggu Kemdikbud menerbitkan aturan operasional yang bisa menjadi landasan perguruan tinggi melaksanakan program tersebut.

Kepada dosen muda peserta Pekerti, Prof Fathur berharap dosen muda terus mengembangkan diri sesuai perubahan zaman. Selain memiliki pemikiran yang kreatif, kritis, dosen juga harus handal berkomunikasi sehingga bisa berkolaborasi secara nasional dan internasional.

Selain oleh Rektor, program “Kampus Merdeka” juga disamput baik mahasiswa. Annisa, mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, contohnya, antusias mengikuti kuliah di prodi atau kampus lain. Kesempatan itu, menurutnya, akan membuatnya mengembangkan bakatnya.

“Program ini akan membawa dampak besar bagi kami. Bukan cuma seru, tapi bisa bikin kami mengembangkan bakat,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.