Santri Kaliwungu, Tetap Sarungan Tapi Pendidikan Doktor

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir mengharapkan santri tetap menjaga tradisi pesantren sekaligus terus meningkatkan kapasitas intelektualnya. Dua hal itu, menurutnya, dapat dilakukan secara bersamaan.

M Nasir menyampaikan hal itu ketika menghadiri akhiruhasanah Pondok Pesantren Al-Fadhlu Wal Fadhilah pimpinan KH Dimyati Rois di Jagalan, Kaliwungu, Kendal.

“Panjenengan semua, sarungan ya sarungan, tapi kalau bisa pendidikan sampai doktor lah,” katanya di hadapan belasan ribu hadirin di berbagai daerah.

Menristekdikti hadir dalama cara tersebut bersama Menteri Tenaga Kerja Hanief Dhahiri, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, dan Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Fathur Rokhman.

Sebagai menteri riset, Nasir mengungkapkan optimismenya meningkatkan kualitas kehidupan bangsa melalui kegiatan penelitian. Kepada jamaah akhiruhasanah Nasir mengungkapkan rencananya mendorong industry pesawat terbang nasional, mengembangankan produk kapal selam, dan meningkatkan produktivitas produk ternak dan tani.

“Kami targetkan tahun depan ada pesewat produksi dalam negeri yang terbang di langit Nusantara ini,” katanya.

Pengasuh Ponpes Al-Fadhlu Wal Fadhilah H Alamudin Dimyati Rois mengungkapkan, dulu ada persepsi kurang baik terhadap pendidikan di pesantren. Namun, seiring perkembangan, masyarakat kian mengakui bahwa pesantran adalah salah satu model pendidikan paling baik.

“Buktinya, tiga menteri yang hadir di sini, semuanya adalah menteri. Ada pula santri yang presiden. Ini bukti,” kata anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.