Respons Negatif Warga Terhadap Pendataan Warga Pendatang Terduga ODP

KENDALPendataan warga pendatang dari luar kota yang dilakukan oleh kader-kader Posyandu “Mukti Rahayu 7” menuai berbagai respons dari warga setempat. Banyak warga yang merasa tersinggung tatkala anggota keluarganya yang baru pulang dari luar kota di data untuk selanjutnya di pantau oleh tiap kader pada masing-masing RT.

“Karena takut dikucilkan atau dijauhi oleh tetangga dan lingkungan sekitar.” Respons negatif warga tersebut disampaikan oleh salah satu kader posyandu Mukti Rahayu 7, Hanawati, Selasa (28/4/2020). Banyak warga yang masih menganggap remeh virus ini karena merasa belum ada yang terinfeksi di lingkungan mereka, hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya warga yang keluar rumah atau melakukan kontak langsung dengan tetangga tanpa menggunakan masker, serta pembatasan fisik (physical distancing) yang masih belum diterapkan sejumlah warga. Hal inilah yang menjadikan warga merasa masih dalam kondisi yang aman dan menjadi bukti bahwa warga masih kurang aware dengan bahayanya virus ini.

Pendataan yang dibarengi dengan penyuluhan terkait Covid-19 ini dilakukan pada 27 Maret 2020 lalu oleh kader-kader posyandu pada masing-masing RT guna mencegah penyebaran Covid-19 di daerah perumahan Puri Delta Asri 1, serta penyuluhan sendiri dilakukan agar warga mengetahui secara lebih detail tentang Covid-19 dan cara pencegahannya.

Pendataan dilakukan dari rumah ke rumah, serta ada yang dilakukan via aplikasi WhatsApp. Mengingat media sosial untuk situasi saat ini dirasa lebih efektif digunakan, maka  pendataan dan penyuluhan via WhatsApp lebih disarankan oleh ketua posyandu untuk meminimalisir kontak langsung secara berlebih antara kader dengan warga terkait.

Sasaran pendataan adalah warga terduga ODP, yaitu warga yang diketahui baru pulang dari luar kota khususnya kota yang tercatat sebagai zona merah. Sedangkan penyuluhan terkait Covid-19 dan cara pencegahannya ditujukan untuk seluruh warga. Penyuluhan tentu mendapat respons yang sangat positif dari para warga, berbeda dengan pendataan yang diketahui mendapatkan respons negatif dari beberapa warga,

Hasil pendataan oleh kader dilaporkan tercatat ada sebelas orang terduga ODP dan (0) positif Covid-19. Sebelas orang warga tersebut adalah dominan laki-laki yang mana diketahui usai bepergian atau bekerja dari luar kota, khususnya kota-kota red zone. Untuk selanjutnya kader akan memberikan penyuluhan isolasi mandiri selama 14 hari untuk warga terduga ODP, serta mengawasi dan memantau perkembangannya selama masa isolasi mandiri.

“Dibutuhkan kesadaran dari ODP nya sendiri supaya mematuhi himbauan untuk melakukan isolasi mandiri” Ujar Sri Wahyuni, ketua posyandu Mukti Rahayu 7. Kader memberikan penyuluhan kepada ODP dan keluarganya terkait gejala dan cara pencegahannya, apabila setelah 14 hari ODP merasakan gejala Covid-19, maka dihimbau untuk segera menghubungi tenaga medis via WhatsApp supaya dapat segera mendapatkan penanganan.

Hasil laporan kader terkait warga yang tercatat sebagai ODP akan diserahkan ke bidan desa dan pemerintahan desa sebagai bagian laporan oleh Satgas Covid-19 untuk kemudian dilakukan pemantauan bersama. Peran warga dalam proses pemantauan ODP juga sangat dibutuhkan dalam rangka melaksanakan program Gubernur Jawa Tengah “Jogo Tonggo”. Ketua Posyandu dalam hal ini menghimbau supaya warga yang masih berada di luar kota untuk dapat menunda kepulangannya sampai pandemi berakhir guna meminimalisasi hal-hal yang tidak diinginkan.

 

[Azalia Yustika Setiawan]

Berita ini dipublikasikan sebagai hasil latihan mahasiswa peserta mata kuliah jurnalistik jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UNNES.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.