Regenerasi Tak Lancar, Setiap Jam Indonesia Kehilangan 58 Petani

Setiap satu jam, jumlah keluarga petani di Indonesia turun sekitar 58. Kondisi inilah yang membuat jumlah petani terus berkurang dari tahun ke tahun. Sebagian besar petani telah berusia tua, sementara anak-anak muda tidak berminat bekerja menjadi petani.

Dosen Ilmu Politik Universitas Diponegoro (Undip) Hendra Try Ardianto mengatakan hal itu dalam diskusi buku Perspektif Agraria Kritis karya Muhamd Shohibuddin di Kedai Kopi Kang Putu, Kamis (30/8).

Menurut Hendra, penurunan jumlah petani terjadi karena Indonesia tidak memproteksi bidang pertanian secara serius. Bahkan dalam beberapa kasus, pemerintah menjadi motor di balik alih fungsi lahan pertanian menjadi perkebunan atau proyek infrastruktur.

Rendahnya kesejahteraan petani membuat sebagian besar petani justru tidak ingin anaknya melanjutkan profesi petani.

“Anak-anak petani dikuliahkan supaya bisa menjadi karyawan atau PNS. Para petani tidak ingin anak-anaknya menjadi petani,” katanya.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian terus mengalami penurunan dari 39,22 juta pada 2013 menjadi 38,97 juta pada 2014. Dan jumlah tersebut turun kembali menjadi 37,75 juta pada 2015.

Selain jumlah petani yang terus menurun, jumlah rata-rata lahan yang dimiliki juga cenderung menurun. Data Sensus Pertanian tahun 2013 menunjukkan sebanyak 6,73 juta rumah tangga tani maisng-masing hanya menguasa lahan seluas 0,20–0,49 Ha.

Tren penurunan jumlah petani akan terus berlanjut karena terjadi penuaan pada penduduk berprofesi petani.

Hasil Sensus Pertanian 2013 menunjukkan, proporsi petani dengan umur lebih 40−54 tahun adalah yang terbesar, yaitu 41 persen.

Proporsi terbesar kedua adalah kelompok usia lebih dari 55 tahun yang dapat digolongkan sebagai petani tua, yaitu 27 persen. Sementara, kelompok generasi muda dengan usia kurang 35 tahun hanya 11 persen.

Foto: mediatani.co

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.