Berkat Bidikmisi, Putri Tukang Batu Ini Menjadi Wisudawan Terbaik Unnes

Seperti anak dari keluarga miskin lainnya, Suci Yuli Priyanti tak memiliki cita-cita muluk-muluk. Meskipun dia berambisi melanjutkan ke pendidikan tinggi, ia tidak yakin orang tuanya mampu membiayai.

Pasalnya, ayah Suci hanya seorang kuli bangunan dan tukang batu yang bekerja serabutan. Penghasilan yang diperolehnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Kondisi itu terdengar oleh guru-guru SMK Suci sekolah. Alhasil, guru-guru Suci bisa memberi motivasi ke dua orang tua Suci, Sucipto Sumaryo dan Salimah (45) agar mendaftarkan anaknya ke Unnes.

Para guru sudah mempeorleh informasi bahwa di Universitas Konservasi ini tersedia beasiswa bidikmisi. Dengan beasiswa ini, mahasiswa tidak hanya gratis kuliah selama delepan semester, tetapi juga memperoleh uang saku Rp600 ribu per bulan.

“Alhamdulillah saya diterima di Unnes lewat jalur SNMPTN dengan beasiswa bidikmisi,” kata Suci.

Kesempatan itu dimanfaatkan Suci dengan sungguh-sungguh. Ia belajar giat, membaca lebih banyak buku, dan mengerjakan tugas-tugas kuliah.

Alhasil, anak tukang batu yang nyaris tidak bisa melanjutkan pendidikan tinggi ini mnjadi wisudawan terbaik Unnes. Ia memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94. Di antara teman-teman wisudawan S1 lain, IPK Suci adalah yang tertinggi.

Kegembiraan tampak pada wajah Sucipto dan Salimah, kedua orang tua Suci, saat menghadiri wisuda putrinya. Ketika menerima ucapan selamat dari Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman, Sucipto terharu sekaligus tampak bangga.

Menurut Sucipto, selama Suci kuliah, ia belum pernah sekali pun menengok purtinya ke kost. Ia bersama istri pertama kali datang ke Unnes untuk menghadiri wisuda putrinya. Dan, putrinya ditetapkan sebagai wisudawan terbaik.

Kepada Rektor Unnes, Sucipto berkisah, pekerjaan sebagai tukang batu dan kuli bangunan semakin tidak menentu. Selain penghasilannya yang tidak menentu, tidak setiap hari Sucipto mendapat pekerjaan.

“Sudah dua bulan ini nganggur tidak bekerja, jadi ya beginilah kalau lagi sepi pekerjaan,” tutur Sucipto saat  duduk sejenak di ruang transit Auditorium Unnes.

Bak gayung bersambut, Prof Fathur Rokhman menawarkan kepada ayah Suci untuk bekerja pada proyek pembangunan sejumlah gedung di Unnes Kampus Sekaran. Proyek yang dibiayai Islamic Development Bank tersebut masih akan berlangsung hingga November 2015 mendatang.

Rektor Prof Fathur juga menyerahkan perlengkapan kerja secara aman berupa helm, kaos, dan sepatu kepada Sucipto didampingi Pembantu Rektor Bidang Akademik (PR I) Prof Rustono, Prof Sukestiyarno (PR IV), dan Dr Martono ((PR II).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.