Pidato Kenegaraan, SBY Mengaku Bangga dengan Raeni

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku bangga dengan Raeni, lulusan Universitas Negeri Semarang (Unnes) penerima bidikmisi yang lulus dengan indeks prestasi komulatif (IPK) 3,96.

Pengakuan itu ia sampaikan saat pidato kenegaraan pada sidang istimwea MPR, Jumat (15/8).

SBY menyebut Raeni saat melaporkan program beasiswa bidikmisi yang digulirkan pemerintah bagi siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu. Hingga tahun ke 5, kata SBY, pemerintah telah menyalurkan lebih dari 200.000 paket beasiswa.

“Mereka lulus dengan capaian akademik yang sangat membanggakan. Ada Raeni, anak tukang becak yang lulus dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) dengan IPK 3,96,” kata SBY sebagaimana dikutip Okezone.com.

Menurut SBY, di republik yang dipimpinnya, banyak anak muda cerdas namun tidak dapat kuliah karena berasal dari keluarga tidak mampu. Oleh karena itu, pihaknya merancang beasiswa bidikmisi sejak 2010. Ia opitmis, beasiswa ini dapat memutus mata rantai kemiskinan.

SBY sendiri sebelumnya pernah mengundang Raeni untuk bertemu di Bandara Halim Perdanakusuma, medio Juni lalu. Pada pertemuan itu, SBY bahkan sempat menawarkan beasiswa presiden (presidential scholarship) bagi Raeni.

Di antara perguruan tinggi lain di Indonesia, Unnes memang menjadi penyalur bidikmisi terbanyak. Setiap tahun, Universitas Konservasi ini menyalurkan 1850 paket bidikmisi lain. Dengan komposisi itu, Unnes memenuhi 26 persen kuotanya untuk mahasiswa miskin.

Dari Jakarta, Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum, kembali menegaskan bahwa universitas yang dipimpinnya sangat terbuka bagi masyarakat tidak mampu. Ia tak keberatan jika Unnes menjadi universitas kaum dhuafa.

“Justru karena miskin, mereka harus kita fasilitasi dengan fasilitas pendidikan terbaik. Bagi kami, pendidikan adalah lembaga transformasi sosial,” katanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.