Perubahan Sistem Pembelajaran Akibat Covid-19

Sragen – Pembelajaran online yang menggantikan pembelajaran offline atau tatap muka masih dilakukan sampai saat ini (28/05/2020). Banyak hal yang semakin dialami selama masih melakukan pembelajaran online.

Pada Maret lalu, mahasiswa yang baru saja merasakan perkuliahan selama 2 minggu ditanah rantau harus pulang karena himbauan dari kampus. Sehingga diberlakukanlah pembelajaran online yang kini semakin lama, harus semakin terbiasa dengan pembelajarannya. Banyak suka dan duka yang telah terjadi selama masih ada wabah corona.

“Untuk linier soshum saya rasa cukup efektif karena pembelajaran online yang mahasiswa terima tetap sama seperti offline dimana dosen memberikan materi dan juga memberikan penjelasan melalui video conference,” ujar Zain, Mahasiswa Ilmu Hukum di salah satu Universitas di Semarang (27/05/2020).

Pembelajaran online telah dilakukan secara baik layaknya pembelajaran offline. Dosen memberikan cara yang terbaik agar memudahkan mahasiswa memahami materi. Namun, pelaksanaan pembelajaran online tidak semulus seperti kelihatannya, ditemui beberapa kendala yang menghambat berlangsungnya aktivitas pembelajaran online.

“Paling sering ketika pembelajaran di sore hari sekitar jam 15.00 WIB karena sinyal di daerah rumah saya, di Desa Sragen Manggis yang terbilang dekat dengan pusat Sragen dengan jarak kurang lebih 1,4 km saja, tetapi tidak tahu kenapa atau karena provider internet saya terdapat gangguan sinyal sehingga membuat saya harus ke ruang tamu atau teras rumah untuk mencari sinyal yang stabil, mungkin didukung juga oleh faktor cuaca, dan mati listrik yang menjadi hambatan sehingga terputusnya aliran charger hp atau laptop,” ujarnya.

Perubahan perkembangan sistem pembelajaran online terjadi pro dan kontra selama wabah corona. Perlu ada penyesuaian dan sistem kontrak kuliah baru yang disepakati agar pembelajaran online berlangsung dengan efektif.

“Dosen memberikan kelonggaran untuk kehadiran mahasiswa ketika mahasiswa itu sudah hadir dan muncul namanya di web meet atau kuis yang dibuat oleh dosen sebagai bukti kehadiran, saat di web meet contohnya, ketika mahasiswa hanya hadir 15 menit dan memberikan izin ketika ada kendala pembelajaran. Dosen memberikan materi sebelum pembelajaran dimulai itu penting karena dapat berpengaruh untuk mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti demikian,” jelas Zain.

 

[Tiara Prima Putri]

Berita ini merupakan hasil latihan mahasiswa peserta mata kuliah Jurnalistik dari jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UNNES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.