Milenial Membangun Bisnis di Tengah Pandemi

Oleh : Muhammad Nur Rafi

Covid-19 kini meluluhlantahkan hampir semua kegiatan masyarakat tak terkecuali bidang pendidikan, ekonomi, sosial. Namun, dengan adanya virus ini tidak menurunkan semangat milenial dalam mencari uang tambahan dan membantu orang tua.

Dilansir dari Katadata.co.id (14/04/2020), Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sudah merata di Indonesia. Masyarakat telah mengalami kehilangan pekerjaan akibat dari pandemi virus covid-19. Di antaranya kehilangan pekerjaan atau terkena PHK sedangkan lainnya karena dirumahkan, akan tetapi sampai sekarang belum mendapat panggilan dari perusahaan untuk memulai aktivitas kerja.

Dalam pernyataan tersebut, mengakibatkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020 ini mengalami penurunan yang sangat tajam. Karena setiap perusahaan telah melaksanakan anjuran dari pemerintah untuk melaksanakan lockdown guna menekan penyebaran virus covid-19 ini.

Lantas bagaimana kita sebagai milenial dalam menyikapi hal tersebut? Sebagai milenial sebaiknya memutar otak guna memenuhi kebutuhan dengan menciptakan bisnis dalam keadaan seperti ini. Milenial mampu menciptakan hal-hal baru dan tidak hanya dikatakan sebagai generasi rebahan. Generasi milenial mampu menjadi tonggak utama perekonomian. Karena dengan kemampuan dalam melaksanakan tugas ganda dan kreatif.

Di mana kegiatan milenial tidak lepas dari kata internet. Apalagi semenjak terjadi krisis ini penggunaan internet di kalangan milenial meningkat tajam serta dalam mengakses situs belanja online begitu meningkat tajam dari tahun sebelumnya.

Milenial mampu merubah tren baru dalam bisnis saat ini serta memiliki beberapa karakteristik yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Generasi milenial saat ini banyak menggunakan smartphone dan dalam penggunaan smartphone mereka menjadi individu yang lebih produktif. Rizal (dalam Budiati et al, 2018), menjelaskan bahwa generasi milenial adalah modal besar untuk mewujudkan kemandirian bangsa dalam segala aspek pembangunan bangsa, generasi milenial memiliki potensi lebih unggul dibandingkan generasi-generasi sebelumnya.

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa bisnis yang cocok bagi milenial saat ini mengenai fleksibilitas yakni bisnis daring. Mengapa harus bisnis daring? Karena dalam bisnis daring ini memberikan kesempatan kepada milenial untuk memiliki kebebasan dalam menentukan waktu dan sesuai dengan suasana yang lebih santai.

Pemahaman mereka terhadap teknologi sangat tinggi dan mempermudah dalam kesehariannya untuk membangun bisnis. Tidak heran lagi mengingat generasi milenial merupakan generasi melek teknologi lebih dini dibanding dengan generasi sebelumnya. Sehingga populasi pasar dengan daya beli terbesar milenial menuntut jasa dan produk yang digunakan memiliki nilai-nilai fleksibilitas.

Bisnis-bisnis generasi milenial yang dibangun saat ini yakni pelatihan-pelatihan, jasa desain, blogger, konten kreator, jualan online, seminar online. Mereka berbisnis atau menjual produknya melalui digital marketing dengan ide-ide kreatif sehingga menarik minat pembeli. Serta mereka menggunakan user interface bagus dan membuat pelanggan tertarik dengan apa yang diperjualbelikan di situs itu.

Dengan bisnis yang mereka jalankan dan memiliki kreativitas tanpa batas kaum milenial dapat ikut serta dalam menjalankan roda perekonomian di tengah krisis wabah covid-19. Mereka memiliki peluang dalam menjalankan bisnis mereka. Jika mereka tidak mau bergerak atau berinovasi menciptakan suatu bisnis, maka mereka akan stagnan dan tidak mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Generasi milenial pada masa pandemi tidak akan merasa terbatas atau merasa tidak bebas dalam melakukan aktivitasnya. Karena pada dasarnya mereka memiliki karakter yang berteman baik dengan teknologi dan bisa menyesuaikan dengan perkembangannya. Generasi milenial memang generasi yang serba digital dan tentunya mereka harus tetap produktif.

Bahkan di situasi saat ini, milenial akan lebih produktif karena mereka bisa menghasilkan bisnis tanpa harus membutuhkan banyak tenaga. Milenial juga memikirkan bisnis yang mereka jalankan bisa dinikmati semua orang tanpa harus keluar rumah dan tetap mematuhi protokol yang ada.

[Muhammad Nur Rafi]
Artikel ini merupakan hasil belajar peserta mata kuliah Jurnalistik Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UNNES.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.