Kegiatan Kelas Daring Pelajar Solo Diperpanjang hingga Juli 2020

SOLO–Kegiatan belajar secara daring pada pelajar Kota Solo, Jawa Tengah dilakukan perpanjangan hingga Juli 2020. Pada kesempatan sebelumnya, masa belajar secara daring atau Belajar dari Rumah (BDR) ini sempat diputuskan akan sampai pada hari Jumat (29/5/2020). Nyatanya masih perlu dilakukan perpanjangan masa belajar dari rumah, karena meningkatnya jumlah orang yang terpapar Covid-19. Hal inilah yang membuat kekhawatiran para pendidik serta orang tua peserta didik, apabila melakukan tatap muka di sekolah, mereka beranggapan bahwa itu cukup berisiko bagi peserta didik.

Perpanjangan kegiatan belajar secara daring ini juga merupakan keputusan Dinas Pendidikan Kota Solo, sebab darurat akan adanya Covid-19 di Solo maupun Indonesia masih terus mengalami peningkatan, itulah alasan yang sama-sama masih dikhawatirkan. Selanjutnya Dinas pendidikan Kota Solo mengambil kebijakan yang tertuang pada Surat Edaran Nomor 420/868 2020. Surat Edaran tersebut menjelaskan tentang perpanjangan dan pengaturan pelaksanaan belajar secara daring terhadap satuan pendidikan di Kota Solo. Surat Edaran tersebut ditandatangani kepala dinas pendidikan Solo, Etty Retnowati.

Kesepakatan masa daring yang telah diputuskan ini, tetap menerapkan mekanisme Belajar dari Rumah [BDR] bagi peserta didik pada satuan pendidikan di wilayah Kota Solo. Selain perpanjangan waktu belajar dari rumah, dijelaskan juga tentang pelaksanaan penilaian akhir tahun untuk kenaikan kelas sesuai kalender akademik. Penilaian terhadap masing-masing siswa dilaksanakan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan bentuk _assesmen_ jarak jauh lainnya. Masa perpanjangan ini sampai dengan tahun ajaran baru semester ganjil 2020 yang akan dilaksanakan 13 Juli 2020, serta tetap dilakukannya evaluasi secara berskala dengan disesuaikan perkembangan situasi dan kebijakan dari pemerintah pusat.

Selain itu, diharapkan seluruh orang tua peserta didik dan guru mampu untuk berkerjasama dalam berkomunikasi. Komunikasi yang dilakukan tidak hanya terkait pelaksanaan pembelajaran daring saja, melainkan juga memantau kondisi kesehatan peserta didik di rumah. Dalam hal ini orang tua peserta didik harus ekstra memantau anaknya untuk tetap menerapkan protokol kesehatan selama dirumah untuk selalu mencuci tangan, menggunakan masker serta menjaga jarak, dan selalu makan-makanan yang mengandung gizi agar kesehatan tetap terjaga dan dapat melaksanakan pembelajaran secara daring dengan baik.

“Dalam sehari, peserta didik mendapat dua sampai tiga materi mata pelajaran. Beberapa guru juga menyampaikan materi melalui video, dengan ini diharapkan peserta didik mampu belajar mandiri. Kami efektifkan pembelajaran online agar anak tidak keluar rumah. Semaksimal mungkin komunikasi dua arah dengan siswa menggunakan grup WhatsApp,” terang Nurul Hudayati, wakil kepala sekolah SMPN 14 Surakarta, Rabu (8/4/2020).

Berdasarkan kesepakatan yang telah dibuat tersebut, diharapkan seluruh satuan pendidikan di wilayah Solo menerapakan dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya agar pandemi ini segera usai. Semua usaha yang dilakukan tersebut senantiasa demi keamanan bersama antara pendidik dan peserta didik, serta menghindari kecemasan orang tua yang harus melepaskan anaknya untuk bersekolah seperti biasa, dan mengharap kesadaran peserta didik untuk tetap menahan diri dirumah, menerima segala tugas yang diberikan dan mengerjakan dengan penuh rasa semangat.

[Ratna Wijayanti]
Berita ini merupakan hasil belajar peserta mata kuliah jurnalistik Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UNNES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.