Inilah 5 Kisah Ajaib yang Sulit Dipercaya dari Bencana Tsunami Aceh

Bencana tsunami di Aceh tahun 2004 lalu menjadi bencana alam paling dahyat di abad 21. Ratusan ribu warga Aceh dilaporkan meninggal atau hilang. Selain menghadirkan kisah-kisah menyedihkan, tsunami Aceh juga menghadirkan kisah-kisah menakjubkan.

1. Bidan Diselamatkan Ular Sebesar Pohon Kelapa

Seorang bidan desa sekaligus juru memandikan jenazah bernama Umi Kulsum selamat saat tsunami Aceh 2004 silam. Dia diselematkan oleh ular sebesar pohon kelapa.

Mulanya, Minggu pagi hari malapetaka bagi seluruh rakyat Aceh, Maksum sedang asyik menyiram dan membersihkan bunga yang ada di pekarangan rumahnya. Tiba-tiba sekitar pukul 08.00 WIB, bumi Aceh bergetar, bergoyang ke kiri dan ke nanan. Baru ia sadar ternyata gempa berkekuatan 9,8 SR. Dia bersama seorang cucu yang masih berusia 5 tahun dalam gendongannya menjauh dari bangunan dan mencari tanah lapang.

Tiba-tiba, air laut benar-benar menerjang dirinya dari belakang. Meskipun saat itu dirinya berusaha untuk meraih cucunya, namun derasnya gelombang tidak sebanding dengan kekuatan tangannya saat itu berusia 50 tahun.

Saat itu dirinya tidak sadarkan diri lagi. Sehingga dia tidak bisa menceritakan bagaimana cara dirinya digulung oleh gelombang tsunami. Akan tetapi tiba-tiba dirinya sudah berada di daerah jembatan Krueng Cut yang berjarak sekitar 800 meter dari rumahnya.

Saat itulah dia baru sadar, bahwa bersamanya ada seekor ular besar yang melilit tubuhnya. Kepala ular tersebut menjulur ke arah wajah Maksum. Namun saat itu, Maksum tidak sedikit merasa takut.

2. Anak Perempuan Pulang Setelah 7 Tahun Hilang

Wati, 15 tahun, warga Lr Sangkis, Desa Ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan Aceh Barat, Provinsi Aceh, yang hilang saat diterjang gelombang tsunami 26 Desember 2004, kembali ke orang tuanya.

Kakek Wati di Meulaboh, Ibrahim, mengatakan cucunya tersebut menghilang ketika berusia delapan tahun saat tragedi tsunami menerpa Aceh, 26 Desember 2004.

“Saya yakin benar kalau dia adalah cucu saya. Karena dari ciri-ciri sudah kami lihat ada kemiripan cucu saya yang hanyut bersama gelombang tsunami tujuh tahun lalu,” katanya, Rabu, 21 Desember 2011.

 3. Bangunan Luluh Lantak, Masjid Baiturahman tetap Utuh

Saat tsunami terjadi, semua bangunan di Banda Aceh luluh lantak. Baik rumah, toko, maupun perkantoran di kota itu hancur menjadi puing-puing. Namun, Masjid Raya Baiturahman tetap tegak berdiri. Banyak warga percaya, keutuhan Masjid Baiturahman tidak hanya disebab oleh faktor konstruksi.

Sebab, saat tsunami terjadi, air bah yang datang dengan sangat deras dari arah pantai tiba-tiba menyusut dan melandai ketika mendekati masjid.

“Air yang tadinya tinggi dan sangat deras, saat mendekati Masjid Raya berubah seketika menjadi landai. Hanya pagar pelataran masjid yang rusak. Air memang makin tinggi, tapi hanya masuk di dalam masjid sekitar 15 cm tingginya,” ujar Muhammad Ibrahim, 46, warga Lampaseh yang mengaku tidak bisa percaya dengan apa yang dilihatnya sendiri.

4. Martunis Selamat Setelah 21 Hari Terombang-ambing di Laut

Seorang bocah bernama Martunis saat itu selamat setelah 21 hari terombang-ambing di laut. Martunis kini sudah berusia 17 tahun.

Ceritanya, pada Minggu pagi dia berencana bermain sepak bola bersama teman-temannya di lapangan sepak bola kampung. Tiba-tiba datang gelombang tsunami.

Dia bersama keluarga saat itu berusaha menyelamatkan diri. Tapi tubuh Martunis terhempas gelombang tsunami hingga akhirnya dia terseret ke lautan.

Martunis selamat setelah meraih sepotong kayu, lalu terapung-apung. Kemudian dia berpindah ke kasur yang melintas di dekatnya, tapi nahas, kasur itupun tenggelam. Lalu dia memanjat sebatang pohon untuk bertahan hidup. Dia selamat setelah terseret arus tsunami yang kembali lagi ke laut dan terdampar di kawasan rawa-rawa dekat makam Teungku Syiah Kuala.

Setelah 21 hari bertahan, penduduk menemukan Martunis pada 15 Januari 2005.

5. Tujuh Orang Selamat Setelah Naik Kubah Masjid

Di sebuah Desa Gurah, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar ada cerita ajaib lainnya. Tujuh orang warga di sana selamat dari amukan tsunami setelah naik ke atas kubah masjid.

Kubah ini berbentuk bulat. Di dalam kubah ada cekungan yang terbuat dari semen. Di bawah kubah ada seperti lantai. Menurut Sriana, yang berbentuk lantai ini diperkirakan atap Masjid yang terlepas dan menjadi pondasi kubah ini yang berdiri kokoh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.