Digagas, Wisata Konservasi Mangrove

WAKIL Ketua Komisi C DPRD Semarang Agung Budi Margono, menyarankan supaya Pemkot Semarang mengembangkan kawasan Mangrove sebagai wisata konservasi. Sebab, beberapa tahun ini minat warga asing yang datang ke kawasan tersebut cukup tinggi.

”Ini membuktikan bahwa kawasan Mangrove Kota Semarang layak jadi tempat wisata. Warga asing saja peduli, masak pemerintah tidak ada upaya pengembangannya,” kata dia.

Dengan adanya intervensi dari pemerintah, tentunya upaya konservasi bisa berkesinambungan. Apalagi pengelolaan serta perawatan bisa diakomodasi dalam APBD. Dengan perhatian dari pemerintah, bila kawasan tersebut jadi wisata konservasi tentunya dari sisi pendapatan bisa bertambah. Selain itu pula, kawasan pesisir Semarang terjaga dari abrasi.

”Saya melihat belum ada keseriusan dari pemerintah. Bagi saya, kalau memang ada itikad untuk pengembangan wisata konservasi, tentunya teman-teman Dewan akan menyetujui,” ujar dia.

Minat berwisata ke kawasan Mangrove dari pednataan LSM dari Yayasan Bina Karta Lestari (Bintari) cukup tinggi, Dikemukakan Wakil Office Manager Andhiani, dari data yang ada sejak 2008 sampai 2011 rata-rata delapan sampai 10 orang asing melakukan penelitian di kawasan tersebut. “Mangrove menjadi penelitian dan cukup diperhitungkan di lingkungan akademisi,” ungkapnya.

Selama lebih kurang 25 tahun berdiri dan konsen di bidang konservasi lingkungan, pihaknya telah memberikan bimbingan kepada belasan organisasi yang ada di masyarakat termasuk para mahasiswa baik dalam maupun luar negeri serta perusahaan melalui program CSR.

”Kalau pemerintah mau mengembangkan wisata berbasis konservasi sangat baik. Itu akan membuktikan kepedulian pemerintah pada lingkungan,” tandas dia.

Dengan pengembangan Mangrove, kata Andhiani turut menyelamatkan kawasan pesisir. Dari pendataan selama ini, sejak 2006 sampai 2009 mengalami degradsi mencapai 30,89%. Di Kelurahan Tugurejo saja sudah hilang sekitar 18%. Dengan begitu tercatat 225 hektar kawasan Mangrove di Kelurahan Tugurejo telah hilang.

Menurutnya, bila pengenalan dan sosialisasi tentang mangrove dipahami nantinya semua orang akan berlomba-lomba melakukan budidaya mangrove. Dengan adanya hutan mangrove, banyak manfaat yang bisa di dapat. Selain melindungi pesisir dari abrasi, biji dan buah mangrove bisa dijadikan selai dan pewarna organik. Wisata, tentu saja salah satunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.