Banjir Kanal Timur Direvitalisasi, Pemerintah Sediakan Dana Rp560 M

Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang akan direvitalisasi secara besar-besaran. Pemerintah akan menganggarkan dana Rp560 miliar untuk melakukan revitalisasi dari muara hingga jembatan Majapahit.

Proyek ini diharapkan akan membawa perubahan mencolok di Kota Semarang. Kawasan yang selama ini dikenal kumuh itu akan diubah menjadi kawasan publik yang indah dan nyaman.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Ruhban Ruzziatno mengatakan, akan banyak fasilitas umum di sekitar BKT.  “Kami maksimalkan dari muara hingga jembatan Majapahit, landscape-nya nantinya untuk fasilitas umum,” katanya, Minggu (8/4).

Dikatakannya, lahan sepanjang bantaran sungai BKT tersebut bakat difungsikan dan diberikan fasilitas yang nyaman untuk masyarakat. Di antaranya terbagi atas, Zona Sarana Rekreasi dan Zona Sarana Olahraga.

“Sarana rekreasi di daerah zona ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Sebab, selama ini tempat bermain anak-anak sangat kurang. Oleh karenanya diperlukan sarana rekreasi,” katanya.

Di antaranya permainan anak-anak seperti sepeda, sepatu roda, serodotan, permainan tangga, dan lain lain yang tidak membahayakan. Selain itu juga taman-taman yang indah dilengkapi tempat duduk sambil menikmati sungai. Sebagai tempat bersosialisasi antar warga, bisnis, maupun untuk beristirahat mencari ketenangan.

“Zona Sarana Olahraga yang terpilih olahraga futsal, volley dan basket. Olah raga ini tidak membutuhkan jumlah pemain terlalu banyak. Sehingga pengumpulan pemain didapatkan dengan mudah,” katanya.

Sedangkan perencanaan konsep ini bisa dibagi menjadi beberapa zona. Pertama, Zona Jembatan Majapahit-Jembatan Kartini: daerah Gayamsari seluas 6,24 hektare terdiri atas Zona Olah Raga (1 lokasi), Zona Rekreasi (1 lokasi), Daerah Karang Tempel (6,72 hektare) terdiri atas Zona Olah Raga (1 lokasi), Zona Rekreasi (3 lokasi).

“Nantinya bisa dilihat lanskap yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Spacenya agak luas, nanti ada banyak fasilitas seperti lapangan baseball, futsal lapangan terbuka, jogging track, taman anak-anak, dan masih banyak yang lain,” katanya.

Dikatakannya, adanya pembangunan normalisasi BKT ini selain menyelesaikan persoalan banjir juga sekaligus memberi fasilitas yang bermanfaat bagi masyarakat. “Progres pembangunan sekarang ini baru tahap awal. Kondisi sungai sendiri masih sangat sempit, luas sungai sekarang ini 15 meter. Nantinya sesuai dengan DED (detail engineering design), lebarnya menjadi 60-an meter,” katanya.

Harapannya bisa dilakukan percepatan. Sesuai target selesai 2019. Tetapi dengan percepatan diharapkan bisa selesai 2018 akhir. “Itu belum menyentuh daerah Jembatan Majapahit hingga Pucanggading, lho. Kecuali kalau mulai sekarang Pemkot Semarang bisa menyelesaikan pembebasan lahan dari Jembatan Majapahit hingga Pucanggading. Untuk bagian atas memang belum diajukan anggarannya,” katanya.

Mengenai proses pembangunan, saat ini sedang berjalan. Kontraktor siap tancap gas untuk melakukan percepatan pembangunan. Ada tiga paket.

Paket 1 dimulai dari muara pantai hingga jembatan kereta api, panjangnya 1,95 kilometer. Nilai kontraknya Rp 107.878.670.000. Paket 2, dari jembatan kereta api hingga Jembatan Citarum, panjangnya 2,05 kilometer. Nilai kontraknya Rp 169.335.319.000. sedangkan Paket 3, dari Jembatan Citarum hingga Jembatan Majapahit, panjangnya 2,7 kilometer. Nilai kontraknya Rp 187.099.224.000.

“Progres on schedule, saat ini masih memperlebar palung sungai. Elevasi bantaran sesuai direncanakan. Saat ini belum bisa menyentuh sepenuhnya tanggul, karena kaitannya dengan permukiman. Kami mengerjakan wilayah yang siap dikerjakan secara cepat,” katanya.

Berdasarkan kontrak, proyek ini dikerjakan multiyears mulai 27 Desember 2017 hingga 16 Desember 2019.

“Ketiganya dikerjakan serentak atau berbarengan, karena kontraktornya sendiri-sendiri. Istilahnya nanti cepet-cepetan lah, karena kami nanti akan lakukan percepatan. Meskipun kontraknya hingga Desember 2019, tapi kami kejar supaya segera bisa dinikmati masyarakat dan terbebas dari banjir,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.