Adiska Rani Candra, Di Hadapan Dua Tantangan

Sejak kecil, Adiska Rani Ditya Candra menjalani hari-hari selayaknya seorang taruna. Dibesarkan dari keluarga yang sederhana dan berlatar belakang militer membuatnya berdisiplin dan bekerja keras. Kedua orang tuanya, Edi Tejo Pramono dan Rahmawati, yang bekerja sebagai pegawai di Akademi Militer Magelang mendidik Adiska untuk tidak cengeng dan manja, serta selalu bekerja keras untuk memperjuangkan keinginannya.

“Sejak kecil saya hidup di lingkungan keluarga militer. Walaupun bapak saya bukan tentara namun beliau selalu menerapkan disiplin dan sikap mental baja sehingga saya bisa berkembang dan tumbuh untuk menjadi anak yang selalu berusaha untuk membuat bangga kedua orang tua dan orang-orang di sekitar,” kata mahasiswi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR), Fakultas Ilmu Keolahragaan Unnes ini.

Ya, berada di dalam keluarga yang memiliki motivasi tinggi dalam menjalani hidup, Adiska selalu dituntut untuk berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Menangis saat belajar seakan-akan menjadi kebiasaannya saat bersama sang ayah.

Prestasi akademik sudah diukir Adiska sejak kelas 1 SD yaitu dengan menjadi juara kelas. Prestasi ini bertahan hingga dirinya SMA. Bahkan saat berada di bangku kuliah, gelar terbaik di bidang akademik tak luput dari dirinya. Pada 2014 dia dinobatkan sebagai mahasiswi berprestasi tingkat fakultas. Pada tahun yang sama, mahasiswi asal Magelang ini juga menjadi salah seorang peserta PPL Antarbangsa di Malaysia, program Unnes yang bekerja sama dengan UPSI Malaysia.

Jago Atletik

Seperti sudah disebutkan, tak melulu di bidang akademik, di bidang non-akademik gadis ulet kelahiran 21 tahun silam ini juga punya seabrek prestasi. Pada saat kelas 4 SD, Adiska memiliki minat pada atletik. Selanjutnya dia tekun berlatih dan terus mengembangkan diri dalam bimbingan orang tuanya hingga sekarang dia bergabung dengan Pusat Pembinaan dan Latihan Mahasiswa (PPLM) Jawa Tengah. Sebelum menjadi mahasiswa pun dia sudah berprestasi di tingkat kecamatan dan kabupaten. Bahkan Juara 1 Tingkat Provinsi Jateng pun pernah dia raih saat duduk di bangku SMA, tepatnya untuk atletik nomor lompat jauh.

Dibimbing Dr Rumini SPd MPd, dosennya di Jurusan PJKR, Adiska berlatih dan berkembang bersama teman-teman PPLM Jateng yang berada di Unnes. Dalam upaya mewujudkan prestasinya, dia dituntut untuk pintar-pintar dalam membagi waktu antara kuliah dan latihan. Bagaimanapun juga kedua hal itu menguras tenaga. “Latihan memang harus terus dilakukan setiap hari demi menjaga performa dan stamina tubuh,” tuturnya.

Satu hal yang membuat Adiska bangga dan bahagia dalam mengembangkan kemampuan atletiknya adalah keberadaan dirinya di Unnes. Pasalnya, di kampusnya itu dia mampu mengembangkan bakat dan potensi yang dia miliki dalam bimbingan pelatih berkompeten dan profesional, lebih-lebih lagi ditunjang sarana dan prasarana yang lengkap dan berstandar.

Alhasil, selama kurang lebih tiga tahun berlatih secara intensif di Unnes, dia mampu menorehkan prestasi tingkat provinsi hingga nasional. Sebut saja antara lain Juara 1 Lari Gawang dan Juara 3 Lompat Jangkit Putri pada kejuaraan tingkat Jateng di Solo tahun 2014 serta peringkat 3 nomor lari gawang dan lompat jauh pada kejuaraan nasional dalam Jatim Open.

PON 2016

Kini, Adiska sedang menyelesaikan skripsi yang juga menguras pikiran dan energinya. Pada saat bersamaan, dia dituntut berlatih keras agar bisa menjadi bagian dalam tim Jateng untuk PON 2016. Itulah dua tantangan untuk Adiska. Mana yang mesti dia prioritaskan?

“Orang tua saya selalu mendukung pencapaian prestasi saya di bidang atletik. Tapi mereka juga selalu mengingatkan saya untuk segera menyelesaikan studi. Itulah penguat saya dalam menghadapi kedua hal tersebut,” katanya.
Tekun berlatih, selalu berdoa, dan memohon restu orang tua merupakan kunci sukses Adiska dalam meraih prestasi.

Dia berharap ini akan menjadi tahun yang sempurna baginya: lulus studi sesuai target dan menjadi bagian Tim Jateng untuk PON 2016. Harapan selanjutnya adalah mendapatkan pekerjaan yang baik agar bisa melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi tanpa meninggalkan kiprah di bidang olahraga, khususnya atletik. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.