News
UNNES Dorong Generasi Muda Kenali Akar Budaya melalui Permainan Tradisional
Mahasiswa KKN GIAT 16 Universitas Negeri Semarang (UNNES) Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Keterampilan Permainan Tradisional (25/08/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia yang edukatif dan menyenangkan, serta membantu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam mendukung gelaran Pasar Sawahan di Desa Kalongan. Kolaborasi yang apik antara Pokdarwis, Pemerintah Desa, masyarakat desa, dan UNNES terbukti meningkatkan jumlah pengunjung di pasar sawahan dan mendukung pengembangan desa wisata berbasis alam dan olahraga.
Kegiatan ini juga sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui lifelong education berbasis budaya, Tujuan 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui upaya pelestarian warisan budaya permainan lokal, serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa wisata berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian memberikan pendampingan secara langsung dengan memperkenalkan permainan tradisional, seperti yoyo, dam-daman, congklak, dan egrang, serta menjelaskan aturan permainan, teknik bermain, dan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap permainan, seperti sportivitas, kejujuran, percaya diri, dan lainnya.
Antusiasme sangat terlihat dari orang tua beserta anak-anaknya saat mencoba berbagai permainan tradisional; orang tua bernostalgia dengan permainan masa kecilnya, dan anak-anak berkenalan dengan permainan yang belum pernah mereka ketahui.
“Saya sangat senang sekali dengan adanya permainan tradisional ini di pasar sawahan, karena sangat membantu kami dalam mendidik nilai-nilai baik untuk anak-anak kami serta membuat saya bernostalgia dengan mainan masa kecil saya.” ujar Pak Didik selaku orang tua dari salah satu anak.
Kegiatan ini juga mendapat sambutan hangat dari pihak pengelola wisata setempat. Kehadiran mahasiswa KKN UNNES dinilai memberikan kontribusi nyata dalam upaya pelestarian dan pengenalan permainan tradisional kepada anak-anak di Pasar Sawahan.
“Kami memang mempunyai permainan tradisional tapi belum terlalu efektif untuk mengedukasi, dan dengan adanya mahasiswa KKN UNNES sangat membantu dalam mendemonstrasikan sekaligus mengajarkan nilai-nilai luhur yang ada pada tiap permainan tradisional di pasar sawahan.” ujar Pak Mukhtar selaku Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kalongan.
-
Muda & Gembira12 years agoKalau Kamu Masih Mendewakan IPK Tinggi, Renungkanlah 15 Pertanyaan Ini
-
Lowongan11 years agoLowongan Dosen Akademi Teknik Elektro Medik (ATEM), Deadline 24 Juni
-
Muda & Gembira11 years agoSMS Lucu Mahasiswa ke Dosen: Kapan Bapak Bisa Temui Saya?
-
Muda & Gembira11 years agoSembilan Kebahagiaan yang Bisa Kamu Rasakan Jika Berteman dengan Orang Jepara
-
Muda & Gembira12 years agoInilah 10 Sifat Orang Ngapak yang Patut Dibanggakan
-
Muda & Gembira12 years agoInilah 25 Rahasia Dosen yang Wajib Diketahui Mahasiswa
-
Kampus13 years agoAkpelni – Akademi Pelayaran Niaga Indonesia
-
Kampus14 years agoUnwahas – Universitas Wahid Hasyim
