Connect with us

News

Dua Penalti Kalahkan PSIS

Published

on

PSIS Semarang

PSIS dipaksa menelan kekalahan menyakitkan dari tuan rumah Persiram Raja Ampat. Dalam laga lanjutan Liga Ti-Phone yang berlangsung di Stadion Km 16 Sorong, kemarin, Imral Usman dkk kalah 2-3. PSIS unggul terlebih dahulu melalui Imral Usman dan Rodrigo Santoni pada menit 11 dan 13. Namun, sebelum jeda tuan rumah berhasil menipiskan skor melalui gol Sander Malibela di menit 24.

Di babak kedua, Persiram membalikkan keadaan melalui dua gol yang dicetak Marwansyah Agung (43) dan Nehemia Bill Solossa (55), keduanya dari titik penalti. Hadiah penalti diberikan oleh wasit Bahrul Ulum (Surabaya) yang menilai pemain belakang PSIS melakukan pelanggaran. Meski mendapat protes, wasit tetap pada keputusannya.

Manajer tim PSIS Teguh Setyono tak mampu menyembunyikan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit. Dua penalti yang diberikan kepada tim lawan dinilai keterlaluan. ’’Kami tak hanya melawan sebelas pemain, tapi dua belas,’’ kata Teguh melalui telepon.

Atas peristiwa itu, pihaknya berencana melaporkan kepemimpinan Bahrul Ulum kepada Komisi Disiplin PSSI.

Dalam laga kemarin, PSIS menurunkan kekuatan terbaiknya. Di bawah mistar gawang tampil Dicky Fajar, sedangkan barisan pertahanan diisi oleh Aris Indarto, Modestus Setiawan, dan Patricio Jimenez. Lini tengah dipercayakan kepada Heri Susilo, Denny Rumba, Suwita Patha, Adrian Mardiansyah, dan Gustavo Chena. Duet penyerang ditempati Rodrigo Santoni dan Imral Usman.
Hilang Konsentrasi Sebelum terjadi penalti bagi tuan rumah, lanjut Teguh, kedua tim memeragakan permainan yang menarik dinikmati. Meski berstatus tamu, PSIS tampil menyerang. Namun sayang, laga dinodai oleh kepemimpinan wasit yang dianggap berat sebelah.

’’Saat ini kami sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk disertakan dalam laporan kepada Komisi Disiplin,’’ tutur Teguh.

Kekecewaan juga disampaikan oleh pelatih Bonggo Pribadi. Meski sejak awal telah memperingatkan para pemainnya soal kemungkinan faktor nonteknis seperti itu, keputusan wasit benar-benar membuat anak asuhannya kehilangan kendali. ’’Sepertinya wasit tidak menginginkan PSIS mengambil poin,’’ kata Bonggo.

Selepas penalti pertama, kata dia, banyak pemainnya  yang hilang konsentrasi. Akibatnya, melakukan banyak kesalahan sendiri dan dimanfaatkan tim lawan untuk menuai keuntungan, dan satu di antaranya adalah penalti kedua pada menit 55. (H54,K18-29)

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/03/06/138958/Dua-Penalti-Kalahkan-PSIS

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending