Tips Lewat Jembatan “Goyang” Tugu Suharto

Sering orang agak keder ketika mendengar “Jembatan Tugu Soeharto” yang terletak di daerah Sampangan. Bukan karena horor ataupun setan-setan, tapi karena jembatannya yang suka bergoyang-goyang. Karena itu, jembatan Suharto juga kerap dijuluki warga sebagai “Jembatan goyang”.

Nah ini saya mau share pada teman-teman berdasarkan pengalaman pribadi saya. Kebetulan, rumah saya tidak jauh dari jembatan itu. Setiap hari, bahkan lebih dari sekali, saya melintasi jembatan itu.

Sebelumnya turut berduka cita atas temen-teman yang udah jadi “korban” di sana. Semoga, lain kali lebih hati-hati.

Pertama, usahakan motor anda berada di sebelah kiri jembatan alias mepet tapi tetap jaga jarak supaya kendaraan tidak lecet lantaran natap kabel pembatas.

Kedua, lipat spion kearah dalam supaya spion anda aman. Sebab, sering terjadi spion semplak dan pecah.

Ketiga, bertumpulah pada satu kaki (kaki kiri) dan kaki kanan tetap melakukan kendali pada sistem pengereman.

Keempat, pada saat bersimpangan condongkan motor anda ke arah kiri supaya tidak bersenggolan dengan motor yang berpapasan dengan kita.

Kelima, jagalah jarak dengan motor di depan anda supaya anda dapat mengontrol laju motor karena jembatan terbuat dari kayu yang sekarang sudah licin.

Keenam, apabila anda berpapasan dengan penjual gilo-gilo ataupun motor apapun dengan keranjang dibelakang, usahakan lebih mepet ke kiri dan lebih mengalah karena mereka memakan ¾ bagian jalan.

Ketujuh, berhati-hatilah ketika melewati tengah jembatan. Jangan terlalu menginjak kayu terlalu keras karena kaki anda bisa terjepit (pengalaman).

Terakhir, stay cool dan istighfar apabila anda benar-benar takut.

Demikian tips dari saya. Semoga bermanfaat.

Fatoni Kurniawan
Talang Barat I Nomor 3 RT 2 RW 4, Bendan Duwur, Gajahmungkur

3 Comments

  1. fatoni kurniawan

    April 4, 2011 at 2:39 pm

    semoga bermanfaat 🙂
    buat pemerintah,seharusnya jembatan ini dibuat permanen seperti di daerah kalialang
    mengingat volume kendaraan yang sangat banyak lalu lalang di daerah ini
    dan merupakan jalan utama penghubung sampangan dan gedong batu
    apa lagi daerah sampangan sekarang menjadi sentra bisnis dan tempat pendidikan (unnes,unika,untag,dll)

  2. Ferdi

    April 7, 2011 at 10:30 am

    Hahaha. Asyik juga tuh informsinya. Jembatannya emang ngeri. kalau di tenagh2, serasa mau jatuh….

  3. Jessy Ernes

    April 15, 2011 at 12:11 pm

    terima kasih !
    sangat bermanfaat dn sdh saya praktikkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.