SMA Don Bosko Semarang

SMA DON BOSKO SEMARANG adalah sekolah menengah tingkat atas yang didirikan oleh Yayasan Pangudi Luhur. Yayasan Pangudi Luhur merupakan Badan Pembantu Karya Kerasulan Kongregasi Para Bruder FIC dalam bidang kerasulan pendidikan.

Keberadaan SMA Don Bosko Semarang sekarang tidak terlepas dari Dewan Misi Kongregasi FIC yang pada waktu itu mencari tempat baru untuk tanah asrama dan bruderan. Akhirnya mendapatkan tanah di Candi Kaliwiru seluas kurang lebih tiga hektar.

Pada tahun 1955 pembangunan asrama SGA Don Bosco dimulai oleh Kapten Brugman, sesudah beliau menyelesaikan pembangunan SMP dan bruderan Klaten. Selanjutnya pada tanggal 23 Juni 1959 Mgr. Soegijapranata memberkati gedung SGA dan asrama Don Bosko. Untuk memperlancar kegiatan SGA pada tahun 1961 dibangun SD latihan yang bertempat di samping SGA.

Kemudian dalam perkembangan selanjutnya SGA Don Bosko berubah menjadi SPG Don Bosko. Oleh karena pemerintah Indonesia membubarkan SPG, maka saat itu juga SPG Don Bosko diubah menjadi SMA Don Bosko hingga sekarang ini yang menjadi satu komplek dengan Bruderan FIC Candi dan Wisma Bernardus.

Sedangkan nama Don Bosko sendiri diambil dari nama seorang Santo. Yohanes Don Bosko yang hidup antara tahun 1815 – 1888. Seorang imam dan pendidik serta pelindung anak-anak dan muda –mudi terlantar. Julukannya adalah Bapak kaum muda . Setelah ditahbiskan sebagai imam pada usianya yang ke 26 ia tinggal di perkampungan miskin di kota Torino Italia.

Sejak awal SMA Don Bosko telah melaksanakan KBK dari kelas X, XI hingga kelas XII. Merespon Permendiknas 24 tahun 2006 pasal 2 ( 3 ), tim Kurikulum SMA Don Bosko mengembangkan Kkurikulum yang mengacu pada Standar ISI dan Standar Kompetensi Lulusan.

Pengelola SMA Don Bosko menyadari, keberhasilan penyelenggaraan pendidikan dapat tercapai apabila proses pembelajaran mampu membentuk pola perilaku peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan, serta dapat dievaluasi melalui pengukuran dengan menggunakan tes dan non tes. Proses pembelajaran akan efektif apabila dilakukan dengan melalui persiapan yang matang dam terencana dengan baik supaya dapat memenuhi :
1. Kesiapan peserta didik untuk melanjutkan kejenjang lebih tinggi.
2. Kesiapan peserta didik dalam menghadapai perkembangan dunia.
3. Kebutuhan lingkungan masyarakat perkotaan.

Struktur dan Muatan Kurikulum
Struktur kurikulum SMA Don Bosko meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai dari kelas X merupakan program umum yang diikuti oleh seluruh peserta didik , dan kelas XI serta Kelas XII yang merupakan program jurusan terdiri atas dua jurusan ( IPA dan IPS ).

Pendidikan kecakapan hidup yang mencakup kecakapan pribadi, kecakapan sosial, kecakapan akademik atau kecakapan vokasional juga dikembangkan di SMA Don Bosko Semarang secara terintegrasi dalam setiap kegiatan pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri.

Mata Pelajaran
Untuk kelas X SMA Don Bosko terdapat 16 mata pelajaran kelas XI dan XII masing –masing 13 mata pelajaran . Secara keseluruhan jenis mata pelajaran dan alokasinya perminggu tercantum pada strutur kurikulum SMA Don Bosko. Standar kompetensi lulusan, standar kompetensi dan kompetensi dasar setiap mata pelajaran untuk setiap tingkat dan setiap semester.

Pengembangan Diri
Kegiatan pengembangan diri siswa SMA Don Bosko bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan bakat dan minat. Kegiatan pengembangan diri di SMA Don Bosko diwujudkan dalam bentuk ekstrakurikuler yang dilaksanakan setiap hari Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu.

Bentuk pengembangan diri yang wajib diikuti untuk kelas X SMA Don Bosko Semarang adalah Pramuka dan Taekwondo, sedangkan kegiatan pengembangan diri sesuai dengan bakat dan minat antara lain Bola Basket, Sepak bola, bulu tangkis, Paskibra, Jurnalistik, Pecinta alam, paduan suara, KIR.

Pengaturan Beban Belajar
SMA Don Bosko melaksanakan pola pembelajaran menggunakan sistem paket yang berarti bahwa semua peserta didik, wajib mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku di SMA Don Bosko.

Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program belajar melalui sistem tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan guru.

Penugasan terstruktur adalah kegiatan pendalaman materi pembelajaran yang dirancang oleh guru untuk mencapai standar kompetensi dan waktu penyelesai tugasnya ditentukan oleh guru. Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh guru untuk mencapain standar kompetensi dan waktu penyelesaiaanya diatur sendiri oleh peserta didik.

Beban belajar tatap muka setiap jam pembelajaran adalah 45 menit. Waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur maksimum 60 % dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang bersangkutan. Jumlah jam pembelajaran di kelas X sesuai dengan struktur kurikulum yang terdapat pada Standar Isi yaitu 38 jam pembelajaran perminggu.

Sedangkan untuk kelas XI dan XII SMA Don Bosko sebanyak 42 jam pembelajaran perminggu atau pada penambahan pembelajaran satu jam untuk Fisika , Kimia dan Biologi untuk Jurusan IPA dan penambahan satu jam untuk pelajaran Ekonomi untuk jurusan IPS dan matematika ditambahkan dua jam pelajaran baik IPA maupun IPS. Adapun penambahan jam tersebut diatas dengan petimbangan guna melayani peserta didik mencapai standar kompetensi lulusan.

Ketuntasan Belajar
Dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas kompetensi dasar, serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. SMA Don Bosko menetapkan ketuntasan belajar minimal yang berbeda untuk setap mata pelajaran dan setiap tingkat kelas.

Kepada peserta didik yang telah mencapai ketuntusan belajar diberi layanan pengayaan dan bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan diberi layanan remidial dan perbaikan nilai. SMA Don Bosko berupaya untuk selalu meningkatkan ketuntasan belajar minimal agar dapat mencapai ketuntasan maksimal. Daftar ketuntasan belajar minimal untuk setiap mata pelajaran di setiap tingkat kelas .

Kenaikan Kelas dan Penjurusan
Kenaikan kelas dilaksanakan disetiap akhir tahun ajaran , ditentukan dari hasil belajar peserta didik selama dua semester, sesuai dengan kriteria dan ditetapkan pada rapat pleno dewan guru. Untuk mengetahui hasil belajar peserta didik dilakukan penilaian yang menyeluruh dan berkelanjutan. Bentuk penilaian di SMA Don Bosko Semarang adalah tes dan non tes yang dapat berupa tes tertulis (uraian dan pilihan ganda ) tes praktek, tes lisan, portopolio, penugasan proyek atau produk.

Penjurusan ditetukan pada saat kenaikan ke kelas XI dengan dibagi menjadi dua jurusan IPA dan IPS sesuai dengan kriteria penjurusan dan ditetapkan pada rapat pleno dewan guru SMA Don Bosko Semarang.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.