Sekolah Perlu Miliki Lahan Parkir

SETIAP sekolah mestinya menyediakan lahan parkir yang cukup sesuai keperluannya. Hal ini supaya siswa dan guru tidak menggunakan tempat publik sebagai lahan parkir mereka. Selama ini banyak kendaraan yang dipakai oleh siswa diparkir di fasilitas umum karena tidak tersedianya fasilitas parkir di sekolah. 

Di sekitar Taman KB Jalan Menteri Supeno sebelah barat dan utara,setiap Senin–Sabtu ratusan sepeda motor milik siswa SMA 1 Semarang berderet memenuhi pinggir taman. Begitu juga di Jalan Pemuda Semarang, deretan mobil terparkir sampai memenuhi separuh jalan di depan SMA 3, SMA 5,dan SD Marsudirini saat jam berangkat dan pulang sekolah.

Tak pelak, kepadatan lalu lintas tak terhindarkan di salah satu jalan protokol Ibu Kota Jawa Tengah ini. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang, Ednawan Haryono menyatakan sudah berkoordinasi dengan sejumlah sekolah agar siswa-siswinya tidak parkir kendaraan di pinggir jalan.
“Tapi karena tidak punya lahan parkir yaakhirnya siswa parkir di sembarang tempat,” cetusnya kemarin. Banyak sekolah tidak punya lahan parkir disebabkan tidak mematuhi tata perencanaan kota.

Menurut dia, sebenarnya dalam pembangunan sekolah hanya 60% lahan yang boleh dibangun gedung. Sedangkan sisanya 40% adalah ruang terbuka.“ Tapi hingga kini banyak sekolah yang tidak mematuhi aturan itu. Banyak lahan yang semuanya dibangun gedung tanpa dipikirkan tempat parkirnya,” kritiknya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Supriyadi meminta pihak sekolah menyebarkan surat edaran kepada orang tua murid agar bisa melarang anaknya membawa kendaraan pribadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.