Sekolah Nasima Semarang, Ketika Nasionalisme dan Agama Berpadu

sekolah nasima semarang

Sekolah Nasima Semarang memiliki reputasi baik. Kini sekolah itu dinilai sebagai salah satu sekolah terbaik di Semarang. Bukan hanya karena fasilitasnya, tetapi lebih karena visinya untuk menjadi sekolah merah putih yang menjadikan nasionalisme dan agama sebagai dasar pendidikannya.

Sekolah Nasima Semarang juga dikenal sebagai sekolah merah putih. Nasima percaya  diri menyebut diri ‘Sekolah Merah Putih’. Tentu bukan tanpa alasan sekolah membuat deklarasi ini.

Ketika kita cermati programnya, kita temukan program-program yang mendukungnya. Mulai dari soal habit membaca, menjelajah Nusantara, pengamalan nilai-nilai agama, dan lain sebagainya.

Spirit pendidikan kebangsaan dan keagamaan dieja bersama dalam satu tarikan nafas. Inilah yang membuat sekolah Nasima  “berhasil” menemukan paduan yang pas antara nilai agama dengan nilai-nilai kebangsaan.

Suatu hari saya bertanya kepada seorang pengurus yayasan yang menaungi sekolah ini,  bagaimana implementasi semangat ‘Merah Putih’ di dalamnya?

Bapak pengurus menjawab dengan ringan. “Salah satunya kami menyanyikan lagu Indonesia Raya setiap pagi, setiap hari, di dalam kelas…”

Semangat kebangsaan tidak hanya tampak dalam aktivtas sehari-hari. Mereka memiliki program Jelajah Nusantara yang memungkinkan siswanya berkeliling pelosok negeri untuk mengenai keindahan dan keberagaman budaya Indonesia.

Suatu saat siswa diajak berkeliling Sumatera, menjelajah pulau itu dari ujung selatan di Lampung hingga ujung utara di Aceh.

Di waktu yang lain siswa diajak menjelajah Kalimantan, bergaul dengan masyarakat asli di sana. Bahkan belum lama ini kami mendengar sejumlaha siswa dan guru diajak untuk menjelajah Papua. Bukan untuk sekadar plesiran, tapi untuk mengenali keindahan dan kekayaan Indonesia.

Aspek keagamaan Sekolah Nasima Semarang terimplementasi dalam aneka kegiatan. Bukan semata kegiatan  yang berbentuk seremonial, melainkan kegiatan yang sudah jadi tradisi warga sekolah itu.

Salah satu tradisi yang sangat mudah diamati adalah salat Zuhur berjamaah. Seluruh warga sekolah akan “tumpah” di masjid sekolah ketika azan berkumandang.

Selain itu, pada momen-momen tertentu, siswa diajak untuk melafalkan asmaul khusna. Ketika ada momen-momen tertentu, siswa menyelenggarakan doa bersama. Busana yang ditetapkan bagi siswa dan guru juga menunjukkan karakter yang santun, sesuai dengan ajaran agama dan karakter bangsa.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *