Peran Konselor Sekolah dalam Pengembangan Kepribadian Siswa

Setiap perkembangan yang terjadi pada diri individu satu dengan individu lainnya tentu saja berkembang berbeda sesuai dengan potensi dan minat yang dimiliki setiap individu tersebut. Meskipun individu tersebut lahir secara kembar identik, namun tetap saja ada beberapa hal yang membedakannya antara lain bakat, minat, dukungan dari lingkungan tempat tinggal, serta pemenuhan rasa aman dan kasih sayang dari orang tua. Agar dalam perkembangnnya tidak terganggu, dibutuhkan peran serta dari setiap faktor-faktor yang mendukung perkembangan kepribadian individu tersebut.

Dilihat dari tahap perkembangannya, siswa berada pada tahap perkembangan tertarik pada hal-hal baru ( ingin mencoba-coba hal yang dianggap asing oleh siswa ). Entah hal baru tersebut bersifat positif ( menguntungkan ) atau bahkan bersifat negatif ( merugikan ). Dalam hal ini, peran konselor sekolah atau guru bu adalah untuk membimbing siswa tersebut agar mampu memaksimalkan potensi yang ada dalam dirinya kearah perilaku yang positif. Misalnya melalui kegiatan ekstrakurikuler sekolah.

Kegiatan ekstrakurikuler adalah satu tindakan sekolah yang dibuat untuk dapat memaksimalkan kemampuan dari siswa-siswanya sebagai bekal keterampilan di masa mendatang sekaligus rujukan bagi konselor sekolah atau guru bk untuk membantu siswa menyalurkan potensi-potensi yang ada pada diri siswa kearah yang positif. Sebagai contoh, Andi adalah siswa di salah satu SMP swasta di kota besar. Setiap harinya dia senang mencorat-coret meja, kursi, buku milik teman, bahkan tembok kelasnya menjadi incaran coretan tangannya. Setelah ditelurusi penyebabnya, ternyata Andi gemar melukis sejak kecil namun tidak memiliki media lukis. Sehingga dia melakukan kegemarannya yakni corat-coret di segala benda yang bisa dia gunakan, entah itu media yang benar atau media yang salah.

Alam kasus ini konselor sekolah atau guru bk akan melakukan analisis kebutuhan pada Andi terlebih dahulu untuk menentukan teknik konseling apa yang tepat, adalah teknik layanan penempatan dan penyaluran yakni teknik yang dilakukan oleh konselor untuk membantu individu mengenali potensi, bakat dan minatnya agar tersalurkan dengan baik. Setelah dilakukan layanan tersebut konselor sekolah merujuk Andi untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler lukis, agar potensinya tersalurkan dengan baik.

Setelah satu tahun diberlangsung dengan pengawasan dari konselor sekolah atau guru bk, perilaku Andi yang semula senang mencorat-coret meja, kursi, bahkan tembok kelasnya sudah mulai dikurangi oleh Andi, karena selama satu tahun mengikuti ekstrakurikuler lukis, Andi mendapatkan wawasan yang mendukungnya untuk terus berkarya namun pada media yang tepat agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

Pada intinya perkembangan kepribadian siswa selalu mengalami perubahan setiap waktu entah kearah perubahan yang postif atau negatif. Dukungan dari setiap faktor sangat diperlukan agar perkembangan kepribadian siswa mampu berkembang secara optimal dan menjadi bekal masa depan dari siswa tersebut.

Suryono Dwi Prabowo, mahasiswa Universitas Negeri Semarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.