Musik Barat (Udara) dan Timur (Air) yang Cair

Sebagai seni yang dianggap paling tua bahkan pada awal munculnya kehidupan ‘musik’ telah hadir secara ‘sadar’ maupun ‘tak sadar’ dalam ruang dan waktu. Musik merupakan seni yang dapat ditafsirkan sebagai sesuatu yang ‘kecil’, ‘halus’, ‘rawit’ serta memiliki unsur-unsur yang sangat kompleks.

Sifat kecil dan halus tersebut yang menyerupai sifat air yang bersifat cair dapat menembus kedalam celah-celah kehidupan yang mikroskupik. Bahkan sebuah pernyataan saya yang sangat radikal bahwa “kehidupan ini tak bisa dipisahkan dengan musik”.

Seperti kita tak akan hidup tanpa adanya air, sebab air merupakan salah satu dari empat komponen mutlak dan absolut kehidupan ini (‘air, api, udara, dan tanah’).

Entah sebuah kebetulan atau sebuah ‘wangsit’ (maaf saya pilih kata wangsit sebenarnya ingin memakai kata mukjizat tapi akan lebih salah dimengerti) saat saya merenung judul diskusi yang digagas oleh ‘Mas Dhoni’ dengan judul yang sangat ekstrim dikotomi barat dan timur dan disatukan dengan kata cair yang sempat membuat saya luluh dan haru (akhirnya kesampean dapat diskusi tema tersebut setelah sekian lamanya menanti) memang ada kekuatan yang ingin diraih dari judul tersebut, namun juga sempat membawa saya pada satu persepsi ‘paradoks’.

Maaf jika tulisan ini lebih mengarah kepada cara pandang dan persepsi saya dengan keterbatasan wawasan. Tepat pukul 18.24 wib angka di jam saya menunjuk saat saya mengetik tulisan ini. Kembali kepermasalahan kebetulan atau wangsit tadi saya sebagai orang yang terlahir di jawa dan sejak kecil selalu hobi ‘menghubung-hubungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain’ (otak atik gathuk).

Diskusi musik barat dan timur yang kebetulan posisi kita berada pada wilayah timur, jika kita melihat arah mata angin dan hubungannya dengan 4 elemen kehidupan tadi dimana posisi timur adalah memiliki simbol air dan posisi barat bersimbol udara (angin). Yah, mungkin sampai disini teman-teman semakin tertawa dengan apa yang ada di dalam fikiran saya. Tapi saya ulangi untuk yang ketiga kalinya bahwa ini sebuah kebetulan atau wangsit tapi begitulah adanya bahwa yang mencair itu adalah air dan sejatinya di dalam air pasti terdapat kandungan udara (O2).

Secara pribadi saya masih berusaha menyangkal dan tidak pernah percaya adanya dikotomi barat dan timur, apalagi di jaman yang sangat terbuka dan tanpa sekat dari seluruh penjuru bumi. Yang paling fatal jika dikotomi barat dan timur akan mengarah pada dasar pikir pola dua dimana hidup itu pemisahan, hidup itu persaingan, hidup itu konflik dan hidup itu perang! (yah walau fenomenanya muncul seperti itu juga). Adanya cara pandang barat dan timur tidak hanya mengarah pada kenyataan ruang dan waktu saja.

Keduanya yang saat ini berada dalam ruang waktu yang sama akan nampak seperti gelembung udara didalam botol yang berisi air pada tabung gas oksigen yang menyembur melalui selang kelubang hidung pasien yang sesak nafas atau koma. Angin tersebut menjadi salah satu usaha untuk menyelamatkan hidup dan atau memulihkan makhluk tersebut.

Ada dua pola dua yang muncul dalam kehidupan musik dan sehari-hari kita yaitu mayor dan minor. Akan menjadi indah keduanya saat istilah tersebut muncul pada khidupan bermusik dan akan berlawanan saat muncul pada kehidupan sehari-hari. Dualisme mayor yang lebih dominan seperti maskulin pada kesenjangan gender yang mengalahkan minor hingga muncul fenomena ‘lebay’ memandang kaum mayoritas yang terhina oleh kaum minor-itas.

Nampaknya memang pola dua pada mayor dan minor tidak menarik untuk diperbandingkan dalam kehidupan musik dan sehari-hari. Namun cara pandang tersebut akan mengantarkan kita pada tema diskusi malam ini. Dimana nampak bahwa musik barat terlihat mayor dan musik timur terlihat minor (maaf perlu kita batasi wilayah timur yang dimaksud adalah negeri kita dan secara khusus musik karawitan).

Muncul fenomena yang terjadi tak sedikit para pelaku musik timur yang takut dan khawatir dengan kehadiran musik barat yang tidak dapat dibendung mengancam keberadaan musik minor tersebut. Pelbagai upaya dihadirkan untuk tetap mempertahankan eksistensi musik minor tersebut. Alih-alih mengembangkan musik minor, malah perubahan yang terjadi. (maaf jika penggunaan alih-alihnya salah ya bro!). Merawat-mengembangkan-merubah merupakan tiga pilihan yang dapat ditempuh oleh generasi now untuk membawa musik minor kemana?

Sel-sel tubuh manusia sekarang tak dapat terlepas dari adanya fenomena budaya pop yang mengantar pada selera musik pop, namun tak banyak yang mengerti perbedaan komposisi musik pop dengan musik seni (tradisi dan klasik) bahwasannya (1) pop itu sepenuhnya homofonik (melodi dan harmoninya); (2) lirik merupakan aspek penting; kata yang dinyanyikan dengan melodimerupakan elemen yang dominan; (3) genre ini memiliki bentuk yang umum; (4) satu lagu hanya memiliki satu mood/suasana; (5) durasinya seragam; (6) struktur frasenyasama ditambah, (7) ketukan tetap, dan (8) banyak repetisi frase dalam satu lagu; (9) melodi yang dinyanyikan bersamaandengan makna teksnya adalah yang paling diingat dan dinyanyikan dirumah bersama teman-teman. Musik pop tidak bisa populer tanpa lirik.

Selera pasar musik pop memang menjadi mayoritas, dan penjabaran tentang komposisi musik pop sebagai satu wacana bagi para teman-teman musisi musik seni (tradisi dan klasik) untuk mencair dan merembes kedalam celah-celah sel tubuh yang kadung membentuk tubuh di era now. Tak perlu berteriak seperti kaum-kaum mayor yang merasa minor tanpa ada sebuah solusi yang lebih nyeni dan hanya memunculkan pola dua saling menghakimi.

Demikianlah coretan dari pikiran saya yang blur bahkan maha abstrak sebagai sebuah dekontruksi kenormalan optik kita melihat segala fenomena musikal. Sebagai akhir bahwa udara dan air tak dapat dipisahkan dan keduanya merupakan elemen kehidupan, tanpa salah satu kita tak akan dapat hidup.
Terimakasih….

Ibnu Amar Muchsin
Dosen Seni Musik Universitas Negeri Semarang

Bacaan:
Sejarah musik 1 –Karl edmung Orier
Membuat musik biasa jadi luar biasa –Prof.Vincent
Estetika Paradoks –Jakob Sumardjo

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *