Moratorium PNS, Jateng Kurang 17.236 Guru SD

PROVINSI Jawa Tengah masih kekurangan guru SD. Dalam dua tahun ke depan kekurangan guru SD negeri bahkan mencapai 17.236 orang. Kondisi ini belum teratasi lantaran pemerintah masih memberlakukan moratorium pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), kebutuhan guru kelas SD di Jateng kurang 6.975 orang untuk tahun 2011, sedangkan 2012 kurang 10.261 orang.

Sekretaris PGRI Jateng Muhdi SH MHum mengatakan, moratorium pengangkatan PNS oleh pemerintah menyebabkan hingga sekarang belum pernah ada pengangkatan guru PNS. Padahal, kekurangan guru SD sangat menumpuk.

“Di samping ada beberapa daerah yang kelebihan guru SD, di Jateng kekurangan guru untuk jenjang tersebut sangat besar,” ungkapnya, Senin (12/3).

Menurutnya, rasio guru dengan siswa SD di Jateng 1 : 30, sedangkan secara nasional 1 : 22. Kondisi ini sangat berkebalikan dengan jumlah guru SMP dan SMA yang malah berlebihan di mata pelajaran tertentu, apalagi sejak diberlakukannya SKB lima Menteri mengenai penataan guru, di mana pendidik diwajibkan mengajar 24 jam per minggu.

Muhdi menjelaskan, dengan demikian ada kabupaten/kota yang mengambil kebijakan menutup kekurangan guru kelas SD itu. Salah satunya dilakukan Kota Semarang yang akan mengangkat para guru TK swasta menjadi guru SD.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.