Mengenal Prof Bambang Haryadi, Pakar Transportasi Unnes Lulusan Amerika

Sejak lama, transportasi jadi sektor publik yang menyita perhatian luas. Selain karena berhubungan dengan kepentingan hampir semua orang, transportasi memiliki banyak persoalan yang belum terpecahkan.

Meski begitu, Indonesia belum memiliki banyak ahli rekayasa transportasi. Salah satu pakar transportasi yang dimiliki Indonesia adalah Prof. Dr. Bambang Haryadi. Ia adalah doktor bidang transportation engineering yang telah melakukan banyak penelitian tentang transportasi.

Prof Bambang lahir di Semarang, 25 Februari 1963. Ia menyelesaikan pendidikan S1 pada Jurusan Teknik Sipil Universitas Diponegoro. Pendidikan magister ia selesaikan di Auburn UNiversity, Amerika. Sekembali dari Amerika ia menyelesaikan pendidikan doktor bidang Teknik Sipil Universitas Diponegoro.

Sebagai dosen di Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang, Prof Bambang Haryadi mengajar mata kuliah Rekayasa Transportasi. Bidang itu pula yang menjadi bidang utama penelitiannya. Namun selain itu, ia juga mengajar Jalan Raya dan Perencanaan Geometri Jalan.

Sebagai peneliti bidang transportasi, ada puluhan penelitian yang dilakukan sejak 1995. Ia juga rajin menulis persoalan transportasi di berbagai jurnal ilmiah.

Tahun 2015, misalnya, ia melakukan penelitian tentang karakteristik parameter lalu lintas jalan antarkota. Tahun 2014 ia meneliti tentang pengembagan metode analisis kinerja simpang tak-bersinyal.

Masih berkaitan dengan transportasi, ia juga meneliti dan menulis artikel tentang kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Tahun 2008, misalnya, ia mengembangkan model matematik untuk memprediksi kecelakaan di jalan tol. Pada tahun 2008 ia pengembangan model safety performance functions (SPF) ruas jalan tol antarkota.

Sebagai profesor transportasi, Prof Bambang terlibat dalam berbagai kegiatan perencanaan kota di Indonesia. Salah satunya adalah mengembangkan rekayasa transportasi untuk meningkatkan motivasi bersepeda masyarakat di Surakarta.

Saat dikukuhkan sebagai profesor, ia menyampaikan pidato tentang “Transportasi Kota yang Berkelanjutan”.

Menurutnya, sistem transportasi berkelanjutan memerlukan keterlibatan pemangku kepentingan yang memadai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.