“Manusia Politik” Bicara tentang Pemilihan Walikota

Di antara banyak jenis manusia, ada jenis manusia bernama “manusia politik” yang selalu bicara tentang politik. Jenis manusia ini selalu punya energi membahas politik, baik nasional maupun lokal. Dalam kepalanya, tema politik menempati porsi besar.

Tentu saja, momentum pemilihan walikota Semarang jadi bahan perhatian serius bagi manusia jenis ini.di berbagai forum dia akan jadikan tema pemilihan walikota sebagai tema sentral. Dia membicarakannya di kantor, di tepi jalan, dan menyert tema itu ke beranda Facebook.

Jenis “manusia politik” adalah jenis manusia yang prcaya politik adalah panglima. Mereka yakin, peradaban umat manusia, bangsa, dan warga kota bergantung pada dinamika politiknya. Mereka juga yakin, sosok walikota punya power besar untuk mengubah keadaan dengan segera.

Dulu, saat ada pemilihan presiden, “manusia politik” berkampanye bahwa calon A adalah calon paling prorakyat. Dia yakin calon presidennya akan mengubah nasib bangsa dengan segera.

Jelang pemilihan walikota seperti sekarang, Manusia politik kembali unjuk suara. Ia akan “menghibahkan” sebagian waktu dan tenaganya untuk bicara politik, baik di forum nyata maupun forum maya. Jenis manusia seperti ini akan menimbang-nimbang, apakah incumbent Hendrar Prihadi layak dipilih kembali atau tidak. Ia juga mempersoalkan Ir Hj Hevaarita yang kini gencar tebar pesona itu siapa?

Manusia politik adalah jenis manusia pembelajar namun pelupa. Mereka belajar bahwa politik adalah sesuatu yang dinamis. Namun mereka lupa, bahwa politik Cuma permainan elit yang sedang berupaya menggelembungkan tabungan dan memperluas kekuasaanya.

Manusia politik lupa: bahwa siapa saja walikotanya, Semarang tetap saja sama. Dulu kota ini dipimpin Sukawi Sutarip yang memiliki cita-cita membuat Semarang jadi pesona Asia. Tapi SPA ternyata hanya “dodolan” yang di kemudian hari menyisakan persoalan korupsi.

Sukawi berkonfrontasi dengan Soemarmo HS yang saat itu jadi Seekretaris Daerah. Soemarmo dipecat dan menjadi rising star, tokoh protagonis.

Popularitas Soemarmo naik dan memenangkan Pilwalkot tahun 2010. Namun, apalah mau dikata, dia terbukti melakukan korupsi dan harus masuk penjara.

Maka, naiklahWakil Walikota Hendrar Prihadi menjadi Walikoa hingga kini. Tahun ini masa masa jabatannya berakhir. KPU Kota Semarang akanmenggelar pemilihan walikota akhir tahun ini.

Meskipun masih cukup lama, perhelatan itu telah menjadi perhatian ribuan “manusia politik”. Pemilihan walikota jadi pembicaraan luas. Mereka mendiskusikannya, mendebatkannya, dan memikirkannya sebagai sesuatu yang sangat penting. “Manusia politik” lupa, dia tidak mendapatkan apa-apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.