Mahasiswa Harus Miliki Jiwa Entreprenuer

MAHASISWA wajib memiliki jiwa entreprenuer. Hal ini diungkapkan oleh Rektor Universitas Diponegoro Prof.Sudharto P Hadi,MES.PhD dalam acara Entrepreneurship Seminarr kerjasama antara Undip,Young on Top dan Bank BNI senin (19/3) di Gedung Prof.Soedarto SH.

“Pengusaha mempunyai kontribusi bagi pembangunan, Dunia usaha dewasa ini menjadi mesin pertumbuhan karena pengusaha  mampu membuka lapangan kerja dan lapangan usaha” imbuhnya

“Alumni Undip jangan hanya berharap untuk menjadi pegawai  tapi juga harus berani berwirausaha.  Di Undip sendiri kami sudah membekali mahasiswa dengan mata kuliah kewirausahaan dengan dosen yang sudah kita beri pelatihan sebelumnya” ujarnya.

Mananging director Lynx Films  Kemal Arsjad mengatakan bahwa untuk menjadi seorang entrepreuner membutuhkan 3D Daya,Data. Dana adalah modal awal seorang entrepreneur. Daya berarti soft dan hard skills, data adalah research, kemudian dana adalah investor.

“3D ini sendiri juga harus disesuaikan dengan passion yang dimiliki oleh seorang entrepreneur. Tanpa passion kita tidak akan berkembang.  Jangan takut kalah atas setiap usaha itu. Karena dengan  memulainya, kita telah mengalahkan ketakutan terbesar dalam diri sendiri dan itulah hadangan awal seorang entrepreneur.  Barulah setelah melakukan usaha secara continue lakukan inovasi dan perbedaan terhadap para competitor. Semua ini harus dilakukan diluar zona aman dan dijalankan secara bekelanjutan.

Presiden Direktur PT Martina Berto Tbk Bryan Tilaar mengemukakan Indonesia adalah pretty woman bagi entrepreneur asing. Artinya para pengusaha asing berusaha untuk dapat merebut pasar di Indonesia.

Putra martha Tilaar ini menceritakan eksistensi perusahaannya yang harus berjuang dengan competitior asing untuk menjadi market leader di negri sendiri.

“Untuk mengantisipasi persaingan usaha PT Martina  Berto Tbk perusahaan yang saya pimpin terus membekali setiap karyawan dengan pola fikir entrepreneurship. Kami membangun employee entrepreneurship, dengan dukungan internal perusahaan  yang memiliki kekuatan entrepreneur yang kuat. Maka perusahaan akan memiliki atmosfer dan semanagt untuk terus menjadi market leader.” imbuhnya

CEO PT Jakarta International management & Rolling Stone Cafe Indonesia   Billy Boen mengatakan masih banyaknya pola fikir  awal yang salah dari para entrepreneur dalam memulai usahanya.

“Kebanyakan orang menjalankan usaha berdasarkan peluang,  ada modal kemudian jalankan. Usaha dengan pola pikir seperti ini tidak akan bertahan lama. Seharusnya pola pikir   entrepreneur harus diawali dengan beberapa hal, seperti, Passion yakni apa yang paling kita senangi. Kemudian Idealisme, apa yang terbaik untuk kita. Baru kita padukan dengan peluang bisnis yang ada.” katanya

” Selain itu untuk terus menggali potensi entrepreneur kita harus memiliki impian yang besar serta tujuan dari hidup kita. Perpaduan itu semua adalaha kunci sukses seorang emtrepreneur yang sukses secara berkelanjutan” tandasnya.

“Bisnis yang sukses adalah bisnis yang berguna bagi orang lain,  memberikan kebahagiaan bagi kita dan orang lain dan yang terakhir adalah harus memiliki profitable&sustainable” imbuhnya.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.