Lebih Dekat dengan Science

Pada bulan ini, tepatnya pada tanggal 16 s.d. 19 September 2014, mahasiswa angkatan 2012 Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Semarang berkesempatan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ke Jakarta dan Bandung. Banyak tempat yang kami kunjungi di dua kota tersebut. Dari kedua kota tersebut salah satu tempat yang kami kunjungi di Bandung yaitu Trans Studio Bandung.

Trans Studio Bandung yang kemudian disingkat menjadi TSB merupakan salah satu tempat yang sangat digemari oleh warga di Indonesia untuk menikmati liburan bersama keluarga. Ada 20 wahana yang sudah dipersiapkan untuk menemani liburan keluarga.

Wahana tersebut meliputi Trans Car Racing, Si Bolang Adventure, Trans Broadcast Museum, Kong Climb, Sky Pirates, Dunia Lain, Special Effects Action, Trans City Theater, Yamaha Racing Coaster, Giant Swing, Marvel Super Heroes The Rides 4D, Indosat Vertigo Galaxy, Amphitheater, Science Center, Dunia Anak, Jelajah, Captain Blackheart’s Pirate Ship, Negeri Raksasa, Dragon Riders, dan Pulau Liliput. Di antara sekian banyak wahana yang telah disebutkan tadi, ada empat wahana yang menjadi unggulan di tempat tersebut.

Keempat wahana tersebut yaitu Indosat Vertigo Galaxy, Giant Swing, Yamaha Racing Coaster, dan Negeri Raksasa. Wahana tersebut dijadikan unggulan di Trans Studio Bandung karena tercatat sebagai wahana yang paling melatih adrenalin di antara keenam belas wahana lainnya.

Hampir seluruh peserta KKL ingin mencoba keempat wahana jagoan yang ada di sana, tapi berbeda dengan saya dan salah seorang teman saya yaitu Elsa. Jangankan mencoba, untuk sekadar niat saja enggan. Bukan karena kami tidak berani menaikki wahana tersebut, melainkan kami mempunyai pengalaman yang pahit di masa lalu. Pada wahana lain sebelum ini, kami pernah mencoba wahana yang serupa dan setelah mencoba wahana tersebut tidak bisa mencoba wahana-wahana yang lain dikarenakan mual dan hampir tidak sadarkan diri. Hal tersebut sangat mengganggu perjalanan kami selanjutnya. Maka, mengingat kejadian itu, kami enggan mencobanya.

Ketika teman-teman yang lain sedang melatih adrenalin dengan menaikki keempat wahana unggulan itu, lebih baik kami berdua mengunjungi wahana lain yang kami rasa tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Tempat yang paling saya sukai di sana adalah wahana Science Center. Seperti namanya, tempat ini adalah tempat untuk bermain dan belajar ilmu sains. Tidak seperti wahana-wahana lain yang harus mengantri panjang, di wahana ini tidak ada antrian sama sekali. Terang saja, hanya sedikit orang yang menyukai ilmu sains. Bahkan saya rasa tidak sedikit orang yang berkunjung ke wahana tersebut hanya karena iseng-iseng saja.

Sebenarnya sangat menyenangkan bisa menikmati ilmu-ilmu sains yang dikemas dengan sangat apik di sana. Ketika di sana kita bisa menikmati ilmu sains yang mungkin dulu kita nikmati secara teori saja di bangku sekolah, namun di tempat ini kita bisa mempraktikkan secara langsung ilmu tersebut dengan bermain. Permainan yang terdapat di Science Senter lebih menekankan pada permainan otak. Saya menguji kinerja otak saya, ternyata saya lebih condong berpikir dengan otak kiri. Individu dengan dominasi otak kiri dianggap relatif lebih cerdas daripada seseorang dengan dominasi otak kanan. Ciri khasnya menjadi analitis, logis, obyektif, dan rasional. Selain itu, kita juga bisa melihat keajaiban-keajaiban ilmu sains. Sungguh sangat menyenangkan bisa belajar sambil bermain di sana. Tati Nurkhikmah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.