Lain Ustaz, Lain Pula Artis: Antiklimaks Debat Rina Nose-Ustaz Somad

Diskusi dramatis Rina Nose kontra Ustaz Somad menemui antiklimaks saat portalsemarang.com memublikasikan artikel berjudul “Rina Nose-Ustaz Somad, Ketika Kesalahpahaman Dieksploitasi Industri Gosip” karya Rahmat Petuguran pada 22 November 2017.

Dalam artikelnya, Rahmat menyederhanakan polemik tersebut dengan menyebut keputusan Rina melepas hijab adalah keputusan pribadi, sementara komentar Ustaz Somad adalah bagian dari tanggung jawabnya sebagai mubaligh. “Sudah. Begitu saja. Selesai.” pungkasnya.

Polemik ini bukan studi kasus yang susah diurai. Masyarakat Indonesia sebetulnya telah mengetahui sikap yang tepat untuk mencernanya. Hanya saja, sebagian besar tidak bisa merumuskan. Sebagaimana bayi yang sudah mengerti kehidupan, tetapi belum memiliki bahasa, deskripsi, idiom dan terminologi. Maka “Asas Keseimbangan antara Hak dan Kewajiban dalam Mengeluarkan Pikiran Secara Bebas” memberi ruang kepada siapa pun untuk menulis tanggapan susulan.

Ustaz Somad memang memiliki legitimasi untuk mengkoreksi berbagai perbincangan yang muncul di masyarakat, termasuk soal keputusan Rina Nose untuk tak lagi berjilbabserta menulis cuitan soal kebebasan berkeyakinan. Sebab, pendapat Ustaz Somad merupakan rujukan utama bagi komunitas atau jamaah yang dibinanya, agar tak ngawur dalam menyikapi polemik yang sedang viral.

Namun demikian, mesti difahami bahwa pendapat beliau tidak wajib diikuti oleh masyarakat maupun umat islam secara menyeluruh. Setiap orang berhak mengikuti ulama atau tokoh spiritual yang menurutnya paling patut dijadikan suri tauladan. Sebaliknya, setiap orang pun berhak menyelisihi pihak lain yang dianggap berbeda pandangan dengannya.

Lain Ustaz, lain pula Artis. Rina Nose tidak wajib dijadikan rujukan teladan oleh pemirsanya, tidak pula oleh penggemarnya yang paling fanatik sekali pun. Kebebasan Rina dalam mengikuti atau menyelisihi perintah Agama merupakan tanggung jawab pribadinya kepada Yang Maha Kuasa.

Soal ia diceramahi, disindir atau dikritik, semua public figure tentu pernah mengalaminya. Sungguh mulia bila topik tentang Rina ialah seputar jilbab dan (maaf) pesek, sementara tokoh lain sedang ramai dikaitkan dengan korupsi, narkoba, pelecehan seksual, KDRT, bercerai, batal menikah, jomblo akut, dll. Pantas bila banyak pihak menaruh simpatik padanya.

Zainul Muttakin, tinggal di Bojonegoro

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *