Ipung Widadi: Sekolah Harus Antikorupsi

PRAKTIK pendidikan di Indonesia ternyata masih diwarnai oleh korupsi. Berbagai tindakan korupsi, baik ditingkat sekolah maupun dinas, rawan terjadi. Akibatnya, pendidikan di Indonesia tidak menunjukan perkembangan segnifikan meski dana yang digelontorkan sangat besar. karena itulah, partisipasi masyarakat untuk memantau anggarn pendidikan snagat penting.

Demikian disampaikan Apung Widadi, peneliti muda Indonesia Coruption Watch (ICW) pagi ini saat menjadi pembicara seminar Indoneisa Mengajar di Gedung Prof Soedarto Undip. Selain Apung, Rektor Uiversitas Paramadina sekaligus ketua Yayasan Indonesia Mengajar (YIM) juga dijdwalkan memberi ceramah.

Apung menambahkan, untuk mengurangi potensi korupsi, ICW telah bekerja sama dengan berbagai sekolah untuk menggagas APBS partisipatif. Tujuannya, masyarakat bisa berpartisipasi merancang dan mengawasi penggunaan dana BOS. “Ini sudah kami lakukan pada sejumlah sekolah di Garut dan Tengerang,” katanya.

Masih menurut Apung, masalah pendidikan di Indonesia tidak sekadar soal kurikulum, Menurutnya, korupsi juga persoalan yang pelik dan harus mendapat perhatian serius. Terlbih, di bidang pendidikan korupsi kerap dilakukan dengan modus yang samar. “Di beberapa daerah, ada dana DAK yang digunakan untuk mencetak buku tentang presiden. Buku itu isinya memuji-muji presiden,” lanjutnya. PortalSemarang.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.